BPH Migas: Stok – distribusi BBM Papua Barat Daya lancar pada RAFI 2026
BPH Migas: Pasokan dan Distribusi BBM di Papua Barat Daya Berjalan Lancar pada RAFI 2026
Dalam rangka memastikan kelancaran pasokan energi selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan bahwa distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), minyak tanah, serta Liquified Petroleum Gas (LPG) di Wilayah Papua Barat Daya tetap stabil. Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyatakan bahwa pemantauan di berbagai titik menunjukkan kegiatan pengiriman bahan bakar berjalan baik, sehingga kebutuhan warga tetap terlayani.
Pemantauan di Berbagai Titik Distribusi
BPH Migas melakukan pengawasan mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Fuel Terminal (FT) Sorong, hingga Pangkalan Minyak Tanah dan Agen LPG. Pemantauan juga dilaksanakan di SPBU Nelayan dan SPBU BBM Satu Harga di Raja Ampat, Papua Barat Daya, Jumat-Sabtu (27/3 dan 28/3). Menurut Bambang, FT Sorong memiliki fasilitas yang memadai, seperti dermaga dan tangki penyimpanan, untuk mendistribusikan bahan bakar ke tujuh kabupaten/kota di wilayah tersebut.
“Ketersediaan BBM, minyak tanah, dan LPG di Kota Sorong serta Kabupaten Raja Ampat dan sekitarnya berjalan dalam kondisi baik, sehingga masyarakat tetap nyaman beraktivitas selama periode libur lebaran,” ujar Bambang.
Di samping itu, BPH Migas menyoroti peran Aviation Fuel Terminal Domine Eduard Osok Sorong dalam mendukung operasional penerbangan melalui penyediaan avtur. Bambang juga mengapresiasi Pertamina Patra Niaga (PPN) atas kinerjanya yang dinilai mampu menjaga kelancaran distribusi energi selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. “Terima kasih kepada para karyawan Pertamina yang bekerja secara maksimal dalam mengatur pasokan BBM,” tambahnya.
Imbauan untuk Penggunaan Energi yang Bijak
Selama kunjungan ke satu dari pangkalan minyak tanah di Sorong, Bambang berdialog dengan warga dan meminta mereka memanfaatkan energi secara efisien. “Kami mengimbau masyarakat untuk memahami situasi global di Timur Tengah saat ini, serta bijak dalam menggunakan BBM, minyak tanah, dan LPG,” katanya. Ia menekankan pentingnya membeli minyak tanah melalui pangkalan resmi untuk memastikan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional Jhoni Numberi mengingatkan agen LPG di Sorong dan sekitarnya agar menjaga stabilitas harga dan distribusi di tingkat masyarakat. Menurut Jhoni, ketersediaan energi menjadi faktor kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah.