BPMA: Perusahaan Jepang berminat eksplorasi blok Andaman eks Repsol

BPMA: Perusahaan Jepang berminat eksplorasi blok Andaman eks Repsol

Banda Aceh – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mengungkapkan bahwa dua perusahaan asal Jepang telah menunjukkan ketertarikan untuk mengeksplorasi minyak dan gas bumi (Migas) pada blok Andaman 1, yang terletak di lepas pantai Pidie Jaya dan Bireuen. Menurut Nasri Djalal, kepala BPMA, peminat blok tersebut adalah perusahaan besar dari Jepang, yaitu Japan Petroleum Exploration (Japex) dan Japan Oil serta Gas and Metals National Corporation (Jogmec).

“Blok Andaman 1, yang berada di bawah 12 mil laut dan sebelumnya dikembangkan oleh Repsol, saat ini menarik minat dua perusahaan besar asal Jepang,” kata Nasri Djalal, di Banda Aceh, Kamis.

Kedua perusahaan tersebut, Japex dan Jogmec, telah menunjukkan komitmen untuk berinvestasi di Aceh. Hingga saat ini, mereka sudah menyampaikan presentasi dan sedang memproses administrasi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“BPMA dan ESDM sudah setuju bahwa mereka akan mengelola itu. Saat ini hanya proses administrasi seperti penyerahan jaminan. Artinya 99 persen sudah final,” ujarnya.

Sebelumnya, BPMA menyebutkan bahwa ada tiga pengajuan resmi joint study (JS) untuk pengelolaan blok migas terminasi di Aceh. Blok-blok yang dipertimbangkan meliputi WK Andaman I (eks Repsol), WK South Block A (eks KRX), serta WK Lhokseumawe (eks Zaratex). Selain perusahaan Jepang, ada juga calon pihak lain yang ingin menggarap blok-blok tersebut.

Diantara peminat lainnya adalah PT Energi Hijau Biru yang bekerja sama dengan Barakah Petroleum Malaysia, serta PEMDA Aceh melalui PT Pembangunan Aceh (PEMA) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Nasri menambahkan, PT Energi Hijau Biru dan Barakah Petroleum Malaysia ingin mengeksplorasi WK Lhokseumawe yang sebelumnya dikelola oleh Zaratex.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *