BPS catat Nilai Tukar Petani nasional capai 125,35 pada Maret
BPS Laporan: Nilai Tukar Petani Nasional Turun di Maret 2026
Jakarta – Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Maret 2026 mencatat angka 125,35, mengalami penurunan 0,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 0,33 persen, yang lebih kecil dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,41 persen.
“Penurunan NTP disebabkan oleh pertumbuhan indeks harga yang diterima petani (It) yang lebih rendah dari indeks harga yang dibayar petani (Ib),” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Peningkatan Luas Panen dan Produksi Padi
BPS juga mencatat bahwa luas panen padi pada Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,94 juta hektare, naik 23,62 persen dari Februari 2025 (0,76 juta hektare). Kenaikan luas panen ini diikuti oleh peningkatan produksi padi. Pada Februari 2026, produksi padi mencapai 5,05 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 27,41 persen dibandingkan Februari 2025.
Proyeksi Panen Padi pada Maret-Mei 2026
Menurut BPS, potensi luas panen padi pada Maret-Mei 2026 diperkirakan sebesar 3,85 juta hektare, turun 0,46 juta hektare atau 10,60 persen dari periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, produksi beras pada rentang tersebut diperkirakan mencapai 11,91 juta ton, dengan penurunan 11,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi Jagung di Februari 2026
BPS melaporkan bahwa luas panen jagung pada Februari 2026 mencapai 0,31 juta hektare, turun 7,02 persen dari Februari 2025. Produksi jagung pada bulan tersebut tercatat sebanyak 1,77 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen), menurun 4,91 persen dibandingkan bulan sama tahun sebelumnya.