Facing Challenges: ESDM: Pasokan energi terjaga selama periode Lebaran 2026
ESDM: Pasokan Energi Terjaga Selama Periode Lebaran 2026
Jakarta, 14 April 2026 – Pada masa libur Lebaran 2026, Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selama Periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 H/2026 berhasil memastikan kestabilan pasokan energi, meski di tengah ketidakpastian geopolitik global.
“Kami bersyukur, kegiatan Posko Hari Raya Idul Fitri 2026 berjalan lancar, aman, dan terkendali meskipun situasi politik internasional sedang tidak menentu,” ujar Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhiawan saat mengakhiri acara penutupan di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Jakarta, Selasa.
Inspeksi Lapangan dan Kesiapan
Selama periode RAFI, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Wakil Menteri ESDM Yuliot secara aktif melakukan inspeksi di berbagai wilayah untuk memastikan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), gas bumi, listrik, serta kesiapan penanggulangan bencana geologi. Kegiatan ini berjalan optimal, tanpa hambatan signifikan.
Kondisi Stok dan Konsumsi BBM
Erika Retnowati, Ketua Posko Nasional ESDM Periode RAFI 2026, mengapresiasi sinergi antar pihak yang memungkinkan keberhasilan pelaksanaan Posko. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang mendukung kegiatan tersebut sejak tahap persiapan hingga penutupan.
Laporan menunjukkan bahwa stok BBM nasional dalam kondisi stabil, dengan ketahanan yang mencapai rata-rata lebih dari 20 hari untuk jenis Gasoline, Gasoil, Kerosene, serta Avtur. Fluktuasi konsumsi harian terbesar terjadi pada Gasoline, meningkat 15%, sementara Gasoil mengalami penurunan 18%, dan Avtur naik 7,2% dibandingkan penyaluran normal.
Penyaluran LPG dan Ketersediaan Energi
Pada masa Posko RAFI 2026, distribusi LPG dilaporkan aman. Semua agen dan pangkalan beroperasi optimal, termasuk 24 jam yang berada di daerah dengan permintaan tinggi.
“Ketahanan stok LPG mencapai 11,6 hari, sementara rata-rata penyaluran mencapai 34.206 MT, naik 6,5% dari kondisi normal,” ujarnya.
Kondisi Sektor Energi Lainnya
Sektor gas bumi tidak mengalami gangguan dan berada dalam kondisi aman. Sementara itu, sektor ketenagalistrikan umumnya stabil, dengan 17 sistem dalam status normal, tidak ada siaga maupun defisit.
Aktivitas Geologis dan Dampaknya
Dalam sektor geologi, beberapa kejadian seperti gempa, gerakan tanah terjadi, tetapi tidak ada gunung api yang statusnya Awas. Hanya dua gunung api, yaitu Merapi dan Semeru, yang statusnya siaga.
“Seluruh aktivitas gempa, gunung api, dan gerakan tanah tidak berpengaruh terhadap kelancaran pasokan dan penyaluran energi di berbagai sektor,” ujar Erika.