Key Discussion: IIGCE 2026 dorong panas bumi jadi fondasi transisi, ketahanan energi

Jakarta – Ajang Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 mendorong panas bumi sebagai fondasi atau baseload transisi energi baru dan ketahanan energi nasional. “Kemandirian energi adalah fondasi bagi Indonesia yang lebih kuat, dan panas bumi adalah kunci untuk mewujudkannya,” kata Ketua Umum Indonesian Geothermal Association (INAGA)/Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) Julfi Hadi dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu. Lebih lanjut, Julfi mengatakan IIGCE ke-12 juga bertujuan mempercepat pengembangan energi panas bumi dengan menghadirkan lebih dari 100 pembicara global dan dihadiri ribuan profesional dari seluruh dunia.

Ia menambahkan, forum internasional ini dirancang sebagai platform strategis untuk mempertemukan pemangku kepentingan global, termasuk pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan investor. “Panas bumi memiliki peran krusial sebagai baseload dalam transisi energi dan menjamin ketahanan energi nasional. Melalui IIGCE 2026, kami ingin memperkuat kolaborasi global untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang pengembangan panas bumi di Indonesia dan dunia,” ujar Julfi.

Mengangkat tema “ Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as The Baseload Driving Energy Transition and Security ”, IIGCE 2026 hadir di tengah momentum krusial transisi energi nasional. “Kondisi inilah yang mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengakselerasi pemanfaatan potensi tersebut,” kata dia. IIGCE 2026 pun, lanjut Julfi, akan menjadi ruang diskusi tingkat tinggi yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari inovasi teknologi eksplorasi dan pengeboran, skema pembiayaan dan investasi berkelanjutan, kebijakan yang mendukung daya saing industri panas bumi nasional, hingga peran panas bumi dalam mendukung target net-zero emission Indonesia.

“Forum ini dirancang untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret serta mendorong lahirnya kemitraan strategis antara pelaku industri dalam dan luar negeri,” ujar dia. Adapun IIGCE 2026 akan digelar pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Selama tiga hari penyelenggaraan, IIGCE 2026 akan menghadirkan konferensi tingkat tinggi, diskusi panel interaktif, pameran teknologi dan inovasi terkini dari perusahaan panas bumi terdepan di dunia, serta berbagai side event strategis termasuk business matching, workshop teknis, dan sesi networking.

“IIGCE 2026 tidak hanya menjadi wadah berbagi. pengetahuan, tetapi juga tempat lahirnya kemitraan strategis, kesepakatan investasi, dan solusi inovatif bagi tantangan pengembangan panas bumi global,” ujar Ketua Panitia Pelaksana IIGCE 2026 Aditya Rakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *