Key Issue: Menteri PU: Pemulihan pascabencana di Sumatera terus berjalan
Menteri PU: Pemulihan Pasca-Bencana di Sumatera Masih Berlangsung
Kamis, di Jakarta, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa upaya pemulihan infrastruktur dan akses di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), serta Sumatera Barat (Sumbar) masih berjalan. “Kita masih memiliki tugas yang belum selesai di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” tutur Dody dalam acara Silaturahmi Generasi Muda Kementerian PU. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan penanganan bencana akan dilanjutkan hingga April 2026, dengan sistem rotasi bagi para relawan dan pegawai di lapangan.
Apresiasi untuk Relawan
Dody mengucapkan terima kasih kepada relawan Kementerian PU yang aktif dalam memperbaiki akses jalan dan infrastruktur dasar di daerah terdampak bencana. “Saya berharap mereka tetap semangat karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,” katanya. Ia menekankan bahwa peran aparatur sipil negara (ASN) sangat vital dalam memberikan kehadiran pemerintah kepada masyarakat saat bencana terjadi.
“Negara hadir manakala rakyatnya membutuhkan,” ujar Dody, menyampaikan bahwa tugas Kementerian PU tidak hanya terbatas pada pemulihan bencana, tetapi juga mencakup pengadaan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas air bersih di berbagai wilayah.
Capaian Progres
Menurut catatan Kementerian PU, hingga akhir Februari 2026, progres pemulihan pasca-bencana di Sumatera menunjukkan hasil yang signifikan. Di bidang layanan air, 71 persen kebutuhan air baku telah terpenuhi, sementara 153 dari 176 sistem air minum kembali beroperasi. Dalam sektor konektivitas, seluruh jalan dan jembatan nasional yang rusak telah pulih 100 persen. Jalan daerah mencapai 93 persen, sedangkan jembatan daerah hanya sekitar 63 persen.
Koordinasi Lintas Sektor
Dody menyoroti pentingnya sinergi antar-sektor dalam Kementerian PU untuk memastikan pelaksanaan tugas di lapangan optimal. Acara tersebut juga menjadi wadah bagi relawan untuk berbagi pengalaman, mulai dari kesulitan fasilitas hingga tantangan fisik dan mental selama bertugas di wilayah terdampak. Meski ada tantangan, mereka mengungkapkan rasa bangga atas kontribusi mereka dalam membangun kembali infrastruktur dan mendukung aktivitas masyarakat.