Key Strategy: BI Bali dampingi UMKM adopsi digital untuk perluas akses pasar
BI Bali Dampingi UMKM Adopsi Digital untuk Perluas Akses Pasar
Denpasar, Bali (ANTARA) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Bali memberikan bantuan selama setahun kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pulau Dewata, agar dapat mengadopsi teknologi digital. Tujuannya adalah membuka lebih banyak peluang pasar bagi bisnis-bisnis lokal. “Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, serta menjaga stabilitas harga adalah prioritas utama dalam pengembangan UMKM,” jelas Deputi Kepala Perwakilan BI Bali Ronald Dungdung Parluhutan pada Jumat.
Program ini juga melibatkan kerja sama dengan para profesional, membantu adopsi dan pengoptimalan teknologi digital dalam operasional bisnis. Fokus utamanya adalah meningkatkan penjualan secara online. Selain itu, UMKM diperkenalkan dengan berbagai platform digital, serta diberikan pelatihan praktis untuk memperkuat kemampuan digital mereka.
“Ke depan, kami mendorong transformasi ekosistem UMKM secara terintegrasi melalui penguatan legalitas usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta pendampingan berkelanjutan,” imbuh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM M Riza Adha Damanik.
Dalam program tersebut, BI juga bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Eximbank) untuk memfasilitasi bisnis UMKM Bali berorientasi ekspor. Riza menyoroti peran strategis UMKM dalam perekonomian nasional, dengan jumlah sekitar 56 juta unit, berkontribusi 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta menyerap 97 persen tenaga kerja.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Bali Luh Ayu Aryani mengajak pelaku UMKM untuk menerapkan hasil pembelajaran dari program pendampingan BI. Ia menekankan bahwa selain digitalisasi, penguatan kualitas produk, desain kemasan, dan pembentukan merek juga penting dalam meningkatkan nilai tambah serta daya saing bisnis.