Key Strategy: Industri plastik diversifikasi sumber bahan baku guna penuhi kebutuhan
Langkah Diversifikasi Bahan Baku Plastik untuk Stabilkan Produksi
Dari Jakarta, Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) berupaya mengembangkan berbagai sumber bahan baku plastik guna mengurangi risiko ketergantungan pada pasokan luar negeri. Fajar Budiono, Sekretaris Jenderal Inaplas, menyatakan bahwa industri ini terus memantau pergerakan pasar, terutama dalam hal ketersediaan bahan dasar utama.
Fajar Budiono: Ketergantungan Impor Meningkatkan Risiko
Menurut Fajar, struktur bahan baku sektor plastik saat ini sangat bergantung pada impor, sehingga rentan terhadap gejolak eksternal. “Permintaan nafta mencapai 3 juta ton setiap tahun, dan seluruhnya diimpor. Untuk bahan baku plastik seperti PE, PP, PET, PS, serta PVC, total kebutuhan sekitar 8 juta ton dengan setengahnya masih berasal dari luar negeri,” ujarnya.
“Ketidakstabilan distribusi sedikit saja bisa langsung memengaruhi proses produksi. Untuk mengantisipasi hal ini, pelaku usaha mulai menjajaki bahan alternatif,” kata Fajar.
Kebutuhan Energi Lebih Mendesak dari Kebijakan Fiskal
Langkah diversifikasi dinilai penting dalam menjaga kestabilan pasokan di tengah ketidakpastian global. Selain itu, ketersediaan energi dianggap lebih kritis dibandingkan relaksasi kebijakan pajak. Fajar menambahkan bahwa situasi internasional yang fluktuatif mendorong beberapa negara memperketat pengendalian pasokan.
Situasi Global Memperketat Pengamanan Pasokan
Fajar mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan di beberapa wilayah menjadi indikator meningkatnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan bahan baku di pasar dunia. Dengan diversifikasi, industri plastik diharapkan bisa mengurangi dampak fluktuasi harga dan ketersediaan dari sumber impor.