Key Strategy: LRT Jabodebek catat pengguna turun 10 persen pada hari pertama WFH ASN
LRT Jabodebek Catat Penurunan Pengguna 10 Persen di Hari Pertama WFH ASN
Jakarta – Dalam hari pertama penerapan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi pegawai negeri sipil (ASN), LRT Jabodebek mencatat penurunan jumlah penumpang sebesar 10 persen. Radhitya Mardika, Manager Public Relation LRT Jabodebek, mengatakan hal ini dipengaruhi oleh pengurangan aktivitas di jam sibuk. “Penurunan volume pengguna adalah dampak langsung dari kebijakan WFH ASN,” terang Radhitya dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Pada Jumat (10/4), jumlah pengguna LRT Jabodebek mencapai 106.301 orang. Dibandingkan Kamis (9/4) yang sebelumnya mencatat 118.505 pengguna, terjadi penurunan sebanyak 12.204 orang atau sekitar 10 persen. Meski begitu, KAI tetap menjalankan operasional weekday dengan 430 perjalanan untuk memastikan layanan tetap optimal.
Radhitya menambahkan bahwa stasiun dengan penurunan pengguna terbesar terletak dekat area kantor pemerintahan, seperti Kuningan, Setiabudi, Rasuna Said, Cikoko, Pancoran, dan stasiun lainnya. Namun, seluruh fasilitas stasiun serta petugas tetap disiapkan penuh guna menjaga kenyamanan penumpang.
Di antara stasiun yang terdampak, Kuningan mengalami penurunan terbesar sebanyak 2.246 pengguna. Angka tersebut turun dari 12.530 pada Kamis (9/4) menjadi 10.284 pada Jumat (10/4). Dukuh Atas juga mengalami penurunan 1.095 pengguna, dari 16.954 menjadi 15.859. Sementara itu, Rasuna Said mengalami penurunan 1.052 orang, dari 7.621 menjadi 6.659.
KAI berkomitmen untuk terus menjadi pilihan transportasi umum yang efisien, tepat waktu, dan terpadu. “KAI akan tetap mendukung mobilitas masyarakat serta memastikan setiap perjalanan LRT Jabodebek fokus pada keselamatan dan kenyamanan pengguna,” tambah Radhitya.