Key Strategy: Menteri PKP: Pembangunan 300 rusun di Senen selesai pada 15 Juni 2026

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman: Pembangunan 300 Rusun di Senen Rampung 15 Juni 2026

Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Senin, menyatakan bahwa proyek pembangunan hunian bagi warga yang tinggal di daerah bantaran rel Senen, Jakarta, akan selesai pada 15 Juni 2026. Proyek ini dikerjakan atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto, dengan total 324 unit rumah susun yang mulai dibangun.

Dalam wawancara di Kompleks Istana Kepresidenan, Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, juga menyebutkan bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah menyiapkan sekitar 500 unit hunian di wilayah Kramat, Jakarta. “Kalau di Senen, proyek tersebut akan rampung pada 15 Juni 2026, jadi hanya tersisa dua bulan lagi,” ujarnya.

“Kita bangun dulu aja biar cepat ya. Jadi, kita bangun sambil menyusul nanti aturannya kita persiapkan mana yang bisa. Sementara ini tentu cukup banyak yang bersifat sewa ya, dengan harga terjangkau,” terang Ara.

Dalam penjelasannya, Ara menambahkan bahwa jumlah total hunian yang dibangun untuk warga bantaran rel mencapai 824 unit. Selain itu, pemerintah juga menerima dukungan dari program CSR perusahaan yang akan membangun 1.000 unit rusun di berbagai lokasi. “Kita siapkan tanahnya, lalu Astra yang akan mengerjakan, kemudian diserahkan ke negara. Jadi, kolaborasi antara APBN, Danantara, swasta, dan yayasan terjadi,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman berencana membangun 300 unit rusun di lahan PT Angkasa Pura di Jalan Kramat Raya, Jakarta, untuk warga Senen. Namun, saat ini jumlahnya diperkirakan mencapai 324 unit. Ara juga mengungkapkan bahwa 500 unit lainnya akan dibangun di lahan Tanah Abang yang dimiliki KAI, dengan target selesai pada 15 Juni 2026.

Kepemilikan rumah, menurut Ara, masih dalam proses penyesuaian, baik untuk sewa maupun kepemilikan pribadi. Ia menekankan bahwa kecepatan pembangunan menjadi prioritas saat ini, agar masyarakat bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman. “Kita fokus pada pengerjaan cepat, sementara aturan kepemilikan bisa disiapkan secara bertahap,” tambahnya.

Menurut Ara, Jakarta sangat membutuhkan perumahan untuk rakyat secara mendesak, karena keterlambatan proyek yang signifikan. Proyek tersebut diharapkan bisa mengurangi beban warga yang tinggal di daerah rawan dan mempercepat akses ke hunian yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *