Key Strategy: Menteri PU: Arus mudik dan balik Lebaran 2026 lebih aman terkendali
Menteri PU: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Lebih Aman Terkendali
Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai pelaksanaan arus lalu lintas selama Lebaran 2026 berjalan dengan lancar dan terkendali. Ia juga mencatat adanya peningkatan signifikansi dalam aspek keselamatan pengguna jalan.
“Secara umum, pelaksanaan mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan lancar serta terkendali. Kita juga melihat peningkatan dari segi keselamatan, yang menjadi indikator utama keberhasilan penyelenggaraan layanan infrastruktur jalan,” ungkap Dody dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.
Dody menambahkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Kementerian PU, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), termasuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Kebijakan ini didukung pemanfaatan teknologi pemantauan lalu lintas secara real-time melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC).
Dalam menjaga kelancaran arus, pemerintah menerapkan beberapa kebijakan strategis, seperti diskon tarif tol sebesar 30 persen, pembatasan angkutan barang, serta rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan one way yang dilakukan secara situasional.
Dari data pemantauan Jasa Marga, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai 3,25 juta unit atau meningkat 18,4 persen dibanding kondisi normal. Angka ini juga naik 2,3 persen dibandingkan tahun 2025. Sementara, kendaraan yang kembali ke Jakarta tercatat sebanyak 2,98 juta unit atau naik 10,8 persen dari kondisi biasa.
Puncak arus mudik terjadi pada H-3 (18 Maret 2026) dengan 270.315 kendaraan, naik 4,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara puncak arus balik di H+3 (24 Maret 2026) mencatat 256.338 unit, lebih rendah dibandingkan tahun lalu maupun proyeksi awal.
Aspek kinerja lalu lintas juga menunjukkan perbaikan. Waktu tempuh arus balik tercatat 5 jam 12 menit, lebih cepat 3,8 persen dibandingkan tahun 2025. Pada arus mudik, rata-rata waktu tempuh mencapai 5 jam 46 menit, sedikit meningkat 2,6 persen akibat volume kendaraan yang tinggi.
Kinerja keselamatan juga mengalami peningkatan. Jumlah kecelakaan selama periode Lebaran 2026 mencapai 51 kejadian, turun 2 persen dibandingkan tahun 2025. Korban yang terjadi juga berkurang drastis, yaitu 60 orang atau 34 persen dari tahun sebelumnya. Korban meninggal dunia tercatat hanya 2 orang, menurun 60 persen dibandingkan 2025.
Dalam mendukung kelancaran arus, Kementerian PU memastikan kondisi jalan tol tetap optimal. Hal ini dilakukan dengan memperbaiki seluruh kerusakan perkerasan jalan sebelum puncak arus mudik, serta mengoperasikan ruas tol fungsional di titik strategis untuk mendorong distribusi lalu lintas yang lebih efisien.