Key Strategy: Pemerintah targetkan bedah 400 ribu rumah rakyat tahun ini
Pemerintah Berkomitmen untuk Memperluas Skala Program Bedah Rumah Rakyat
Jakarta, Senin
Dalam upaya meningkatkan kualitas perumahan, pemerintah menargetkan renovasi sebanyak 400.000 unit rumah rakyat pada 2026. Angka ini meningkat drastis dari 45.000 unit yang dicapai tahun lalu. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menyatakan bahwa peningkatan tersebut sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, guna mempercepat penyediaan tempat tinggal layak bagi masyarakat.
“Ada langkah strategis untuk peningkatan bedah rumah rakyat. Sedang dipersiapkan bersama Menteri Keuangan, Pak Menteri Sekretaris Negara, dan Pak Sekretaris Kabinet,” kata Ara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Ara menegaskan bahwa cakupan program juga akan diperluas secara nasional. Tahun lalu, 220 kabupaten/kota belum tersentuh oleh kebijakan ini, namun pada 2026, pemerintah menjamin bahwa seluruh daerah di Indonesia akan mendapatkan manfaat. Selain itu, program ini memiliki tujuan ganda, yaitu menyediakan hunian layak dan mendorong pemerataan ekonomi.
“Jadi ini program yang sangat signifikan dan akan menggerakkan ekonomi serta berkeadilan,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga meminta pemanfaatan lahan negara di kawasan perkotaan, khususnya aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkeretaapian, untuk pengembangan rumah susun rakyat. Ara bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan BP BUMN telah meninjau lahan potensial di Tanah Abang, Jakarta, serta Bandung. Menurutnya, lahan tersebut akan dikembangkan menjadi hunian vertikal yang inklusif, dengan konsep penghuni dari berbagai kelompok ekonomi.
“Kemudian juga di Bandung, saya sudah laporkan bersama Dirut Kereta Api, kita juga sudah menyisir beberapa potensi lahan yang sangat menjanjikan. Akhir bulan ini, kami akan mulai bersama Dirut Kereta Api direncanakan mulai mempersiapkan pembangunan di kota Bandung,” tutur Ara.