Key Strategy: Program Pertapreneur Pertamina bantu mitra UMK raih Rp5,7 miliar
Program Pertapreneur Pertamina Bantu Mitra UMK Raih Rp5,7 Miliar
Di Jakarta, PT Pertamina (Persero) mengungkapkan bahwa program Pertapreneur Aggregator berdampak positif pada salah satu mitra usaha mikro dan kecil (UMK) dengan mencapai transaksi hingga Rp5,72 miliar. Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, dalam keterangan di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa perusahaan terus memperkuat dukungan bagi UMK melalui program tahunan Pertapreneur Aggregator (PAG).
“Program ini dirancang untuk melatih dan mencetak UMK menjadi penghubung usaha atau agregator,” ujarnya.
Dalam program ini, para pelaku UMK yang terpilih menerima bimbingan agar tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha mereka sendiri, tetapi juga membantu pengembangan UMK lain. Mereka diberikan fasilitas untuk memperluas akses ke pasar yang lebih luas serta memperkuat hubungan antarUMK. Dengan menjadi agregator, pertumbuhan satu UMK akan memberikan dampak berantai pada mitra-mitranya, baik dalam meningkatkan kapasitas produksi maupun kualitas produk.
Program PAG tahun ini diikuti oleh 10 peserta terbaik hasil kurasi nasional dari berbagai sektor, seperti makanan olahan, produk kesehatan, fesyen, hingga kerajinan. Peserta menerima pendampingan yang memadukan riset dan teknologi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Selain itu, mereka juga mendapat bantuan teknis dan manajerial, mulai dari peningkatan model bisnis hingga analisis keuangan.
Salah satu contoh keberhasilan adalah Rendang Gadih, yang penjualannya meningkat signifikan selama momentum Ramadhan dan hingga Maret 2026. Omzetnya mencapai Rp5,72 miliar. Untuk memperluas pasar, Rendang Gadih juga tengah menyiapkan kerja sama dengan Foodhall, ritel modern, serta merencanakan co-branding dengan Pertamina.
Mengenai visi program, Baron menegaskan bahwa Pertapreneur Aggregator adalah langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. “Melalui Pertapreneur Aggregator, kami ingin mencetak pemimpin UMK yang adaptif dan mampu mengelola ekosistem bisnis secara efektif,” tambahnya. Program ini diharapkan meningkatkan kolaborasi dan kemitraan UMK lokal, sehingga mereka memiliki daya saing yang kuat di pasar nasional maupun internasional.
Ke depan, Pertamina akan terus memperkuat program ini dengan pendampingan intensif, perluasan akses pasar, serta simulasi akses pendanaan. Tujuan utama adalah menjadikan UMK binaan semakin kompetitif dan berkontribusi pada perekonomian nasional.