Key Strategy: RI diversifikasi sumber energi, genjot kapasitas kilang jaga stok BBM

RI diversifikasi sumber energi, genjot kapasitas kilang jaga stok BBM

Dari Jakarta, pemerintah Indonesia mengungkapkan upaya diversifikasi sumber energi guna memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil di tengah perubahan geopolitik global, khususnya ketegangan di wilayah Timur Tengah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers daring yang diawasi dari ibu kota, Selasa, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada satu kawasan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Dari total kebutuhan kita (BBM) yang berasal dari Middle East, sekitar 20 persen,” ujarnya.

Menurut Bahlil, pemerintah telah menyiapkan sumber pasokan alternatif dari negara lain untuk mengantisipasi risiko gangguan. “Ketika terjadi ketegangan di Timur Tengah, pemerintah mengikuti arahan Bapak Presiden dan mencari pasokan dari sumber lain untuk mengganti yang berasal dari Middle East. Alhamdulillah, sudah berhasil,” tambahnya.

Upaya ini juga melibatkan pengembangan produksi dalam negeri melalui pembangunan kilang. Salah satu proyek yang diresmikan adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, dengan kemampuan produksi mencapai 5,6 juta kiloliter bensin serta sekitar 4,5 juta kiloliter solar.

“Jadi secara pasokan, Insya Allah mohon doanya, clear, nggak ada masalah,” ujar Bahlil.

Kebutuhan BBM seperti RON 90, 95, 98, dan 92 saat ini sebagian dipenuhi dari produksi lokal, sementara sebagian masih bergantung pada impor. Pemerintah juga mulai mengalihkan pasokan LPG ke negara-negara di luar Timur Tengah, termasuk Amerika, sebagai bagian dari strategi diversifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *