Key Strategy: Wamendag dorong ekspansi ekspor UMKM lewat diplomasi KRI Bima Suci
Wamendag Dorong Ekspansi Ekspor UMKM Melalui Diplomasi KRI Bima Suci
Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, mengungkapkan dukungan terhadap peningkatan ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menggandeng kapal diplomatik KRI Bima Suci TNI AL. Menurutnya, pelayaran muhibah KRI Bima Suci merupakan kesempatan penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi perdagangan. “Kami berharap melalui kegiatan ini, produk-produk unggulan nasional bisa dikenalkan ke komunitas internasional sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha, terutama UMKM,” tutur Wamendag dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu.
Kegiatan Dek Reception dan Pelepasan Muhibah
Pada Senin (30/3), Roro Esti turut menghadiri acara deck reception, yang diikuti oleh pelepasan muhibah KRI Bima Suci TNI AL pada Selasa (31/3) di Dermaga Kolinlamil, Jakarta. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam mendukung program diplomasi perdagangan yang melibatkan negara-negara sahabat. Pelayaran ini, berjudul “Kartika Jala Krida 2026,” akan berlangsung selama 197 hari dan melintasi beberapa negara, seperti Singapura, Sri Lanka, Tiongkok, Jepang, serta Rusia.
“Keikutsertaan UMKM dalam pelayaran ini adalah langkah nyata untuk mendorong produk Indonesia menembus pasar global. Kami yakin interaksi langsung dengan berbagai negara akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” kata Roro Esti.
Kementerian Perdagangan memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan produk unggulan Indonesia serta memperluas akses ekspor. Pihak Kemendag juga menghadirkan berbagai produk dari UMKM binaannya, yang mencerminkan keberagaman, inovasi, dan kualitas nasional. Program ini dirancang untuk menjamin produk yang dipamerkan memenuhi standar internasional dan siap bersaing. Kemendag juga berperan aktif dalam seleksi, kurasi, serta pendampingan selama proses penyajian.
Partisipasi UMKM dalam pelayaran ini diharapkan meningkatkan eksposur Indonesia di hadapan perwakilan diplomatik dari 26 negara yang terlibat. Selain pameran di Jakarta, produk-produk tersebut juga akan dibawa ke berbagai negara tujuan sebagai bagian dari upaya konkret untuk memperkuat kerja sama dagang dan menembus pasar global. Kolaborasi antara TNI AL dan Kemendag mencerminkan sinergi lintas sektor dalam membangun keberadaan Indonesia di tingkat internasional. Diplomasi yang dilakukan tidak hanya fokus pada aspek pertahanan, tetapi juga menyasar penguatan ekonomi nasional melalui promosi perdagangan.
Menurut Wamendag, Kemendag akan terus mengoptimalkan berbagai platform diplomasi guna meningkatkan daya saing produk Indonesia dan membuka akses ekspor, khususnya bagi UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional.