Latest Program: Asita Bali bidik potensi wisman Kazakhstan saat konflik Timur Tengah

Asita Bali bidik potensi wisman Kazakhstan saat konflik Timur Tengah

Badung – Asita Bali, organisasi perusahaan perjalanan Indonesia, sedang mengupayakan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dari Asia Tengah, termasuk Kazakhstan dan Uzbekistan, selama periode konflik di Timur Tengah. “Beberapa negara Asia sebenarnya masih memiliki potensi kunjungan ke Bali, dan Kazakhstan serta Uzbekistan adalah contoh yang menjanjikan,” jelas Ketua Asita Bali I Putu Winastra. Winastra, Selasa, menyoroti bahwa tahun ini sekitar 300 ribu wisman Kazakhstan memilih berlibur ke Thailand dan Vietnam, sementara kunjungan ke Indonesia, khususnya Bali, hanya sekitar 20 ribu.

“Negara-negara Asia Tengah dianggap relatif aman, sehingga jalur dari Astana melalui Kuala Lumpur atau China ke Thailand tidak melewati wilayah Timur Tengah yang tengah tidak stabil,” kata Winastra.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah Indonesia sedang fokus pada strategi jangka pendek, yakni menarik wisman dari Asia-Pasifik, membuat Asita Bali optimis akan ada peluang yang bisa dikembangkan. Namun, ada tantangan utama dalam mengejar target ini, yaitu konektivitas, karena hingga saat ini belum ada penerbangan langsung dari Asia Tengah ke Bali.

“Ini harapannya, maka kami selalu berkoordinasi dengan kementerian agar ceruk pasar potensial ini bisa benar-benar dijajaki, baik melalui penerbangan langsung maupun komersil,” ujar Winastra.

Asita Bali menilai wisatawan Kazakhstan memiliki kebiasaan menginap di hotel bintang empat dan menghabiskan waktu liburan hingga 10-14 hari. Menurut Winastra, data menunjukkan bahwa 10 persen dari 17 juta penduduk Kazakhstan rutin melakukan perjalanan atau berwisata, dengan pengeluaran yang cukup signifikan.

Sebagai negara yang kaya pegunungan, wisatawan Kazakhstan terkenal tertarik pada destinasi pantai, yang semakin memperkuat peluang Bali sebagai tujuan. Pada tahap awal, Asita Bali telah mengajukan usulan penerbangan carter untuk menarik minat wisman, sebelum mempertimbangkan kerja sama dengan maskapai penerbangan dari Kazakhstan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *