Latest Program: HIMKI dorong pengembangan hub distribusi, sikapi dinamika global

HIMKI Dorong Pengembangan Hub Distribusi, Sikapi Dinamika Global

Menghadapi perubahan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi internasional, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menekankan pentingnya membangun pusat distribusi dan pemasaran di pasar global. Tindakan ini dianggap sebagai strategi untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah telah berdampak signifikan pada industri mebel dan kerajinan, yang bergantung pada sistem logistik internasional.

Gangguan pada jalur distribusi, penundaan pengiriman, serta kehati-hatian pembeli dalam pembayaran menjadi indikator bahwa dinamika politik global memengaruhi ekonomi dalam negeri. “Barang terjebak, pengiriman tertunda, serta kecepatan pembayaran berkurang,” ujarnya. Sobur menjelaskan, situasi ini menunjukkan bahwa sektor mebel dan kerajinan tengah mengalami transformasi besar-besaran, bukan hanya fluktuasi pasar biasa.

“Yang kita hadapi bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi pergeseran lanskap global. Ketenangan industri tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi oleh kemampuan beradaptasi terhadap ketidakpastian,” katanya.

Sebagai respons, HIMKI menyarankan pendekatan strategis dengan memperluas pasar ekspor dan memperkuat jalur distribusi alternatif. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada wilayah tertentu. Salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah pembentukan hub pemasaran di Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada.

Sobur menggarisbawahi bahwa upaya ini bertujuan memperpendek rantai pasok, meningkatkan keakraban dengan pasar, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia. “HIMKI sedang mendorong pembentukan hub di Eropa, Amerika, dan Kanada sebagai bagian dari strategi jangka menengah. Ini bukan sekadar ekspansi, tetapi upaya membangun sistem distribusi yang lebih stabil dan adaptif,” jelasnya.

Kemenperin Targetkan Indonesia Jadi Hub Produksi Global

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan visi menjadi pusat produksi furnitur dunia. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan industri furnitur sebagai model hilirisasi kayu yang sangat strategis karena berbasis tenaga kerja serta terhubung langsung dengan pasar global senilai lebih dari 736,21 miliar dolar AS.

“Sektor ini juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan diproyeksikan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memimpin dalam aspek desain dan keberlanjutan dalam lima tahun ke depan,” katanya.

Sobur menekankan bahwa inisiatif HIMKI membutuhkan dukungan pemerintah, baik dalam kebijakan, pembiayaan, maupun diplomasi perdagangan. Dengan kolaborasi yang kuat, ia optimistis Indonesia bisa tidak hanya bertahan, tetapi juga menaikkan posisi dalam rantai pasok global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *