Latest Update: Rupiah menguat seiring gencatan senjata sementara AS dengan Iran
Rupiah menguat seiring gencatan senjata sementara AS dengan Iran
Kurs rupiah di Jakarta hari ini naik 120 poin, mencapai Rp16.985 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.105. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyatakan kenaikan nilai tukar ini terjadi karena penurunan tekanan eksternal setelah kesepakatan jeda perang dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat tipis dalam rentang Rp17.050 hingga Rp17.100, dipengaruhi oleh penurunan tekanan eksternal setelah (kesepakatan) jeda (perang) dua minggu (antara AS dengan Iran). (Ini) mendorong harga minyak dan indeks dolar turun,” ungkap Rully kepada ANTARA.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara dengan Iran, yang akan berlaku selama dua pekan, dan menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka. Kesepakatan ini didorong oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir, yang menekan Trump untuk menunda serangan terhadap Iran.
Iran mengonfirmasi akan mengadakan diskusi dengan Amerika Serikat di Islamabad, pada Jumat (10/4). Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa gencatan senjata diumumkan dalam pekan ini, tetapi menegaskan bahwa negosiasi tidak mengakhiri perang dengan AS.
Sentimen domestik juga memberi dampak karena pasar mengawasi tekanan fiskal pemerintah, defisit anggaran, serta data cadangan devisa yang akan dirilis Bank Indonesia pada siang hari. “Tekanan terbesar berasal dari pengeluaran subsidi bahan bakar minyak dan rasio pajak, dengan tren penurunan. Jika mengacu pada defisit anggaran triwulan pertama yang sudah mendekati 1 persen, dikhawatirkan defisit anggaran bisa melebihi 3 persen tahun ini,” tambah Rully.