Main Agenda: Dirut Pupuk: Ekspor pupuk urea dilakukan usai kebutuhan domestik aman
Dirut Pupuk: Ekspor pupuk urea dilakukan usai kebutuhan domestik aman
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menegaskan bahwa ekspor pupuk urea hanya dijalankan setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Ia menekankan bahwa prioritas utama adalah menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan untuk sektor pertanian nasional. “Yang penting Indonesia aman dulu, baru ekspor,” ujar Rahmad setelah rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis.
Konflik geopolitik di Timur Tengah memicu gangguan pada jalur perdagangan global di Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama untuk sekitar 30 persen pasokan pupuk dunia. Hal ini membuat beberapa negara berusaha mengimpor pupuk dari Indonesia. Dalam kondisi saat ini, negara-negara seperti Australia, India, serta beberapa negara lain di kawasan tetangga tetap mengandalkan pasokan pupuk dari dalam negeri sebelum melakukan ekspor.
“Mereka mau impor pupuk dari Indonesia, berapapun dia bayar,” ujar Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono setelah membuka Konferensi Pupuk Asia 2026 di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (1/4/2026).
Dalam penjelasannya, Sudaryono menyebutkan bahwa enam negara termasuk India, Brasil, Australia, dan Filipina sedang membidik pasokan pupuk dari Indonesia. Dengan adanya gangguan di Selat Hormuz, harga urea global naik tajam, dari sekitar 400 dolar AS per ton menjadi 800 dolar AS per ton. Namun, Indonesia tetap bisa memenuhi kebutuhan lokal karena produksi dalam negeri mencakup sebagian besar pasokan.
Pupuk Indonesia menegaskan bahwa kuota ekspor pupuk urea sekitar 1,5 juta ton, namun penyaluran tetap fleksibel sesuai kondisi pasokan domestik. Kapasitas produksi urea nasional mencapai 8,8 juta ton, meskipun kapasitas pabrik terpasang mencapai 9,4 juta ton. Dengan produksi yang stabil, Indonesia berpotensi menjadi stabilisator pasokan pupuk global di tengah krisis geopolitik tersebut.
Berdasarkan data Trading Economics yang diakses Rabu (1/4/2026) pukul 13.00 WITA, harga urea per ton mencapai 690 dolar AS, naik dari rentang 35