Meeting Results: Dirut Pupuk Indonesia: Stok pupuk tak terganggu konflik Selat Hormuz

Dirut Pupuk Indonesia: Pasokan Pupuk Nasional Tetap Lancar Meski Konflik Selat Hormuz Berlangsung

Jakarta – Rahmad Pribadi, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), menyatakan bahwa pasokan pupuk di Indonesia tetap aman meski konflik di Selat Hormuz mengganggu jalur perdagangan global. “Alhamdulillah, stok pupuk kita cukup, kita memiliki 1,29 juta ton persediaan, dan seluruh pabrik beroperasi optimal. Ini kondisi yang akan kita jaga terus-menerus,” ujar Rahmad dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI, Selasa.

Kemandirian Industri Pupuk Jadi Penyelamat

Rahmad menekankan peran strategis Selat Hormuz sebagai jalur distribusi pupuk utama dunia, yang menyumbang sekitar 30% perdagangan global setiap bulan. Namun, ia menambahkan bahwa Indonesia tidak terganggu berkat kemandirian industri pupuk yang telah dibangun sejak lama. “Meskipun dunia sedang guncang, pupuk Indonesia justru bisa menjadi penopang ekosistem pangan internasional,” jelasnya.

Sementara itu, beberapa negara besar seperti Brasil, India, Australia, Thailand, dan Amerika Serikat mulai mengalami hambatan akibat gangguan pasokan pupuk. Sebaliknya, Indonesia tetap stabil dan aman. Ketahanan sektor pertanian kembali membuktikan kekuatannya di tengah dinamika global, termasuk ancaman distribusi pupuk.

“Kita patut bangga dan tenang karena ekosistem pangan nasional kita aman. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, seluruh sistem diproses secara terintegrasi dan responsif,” tambah Rahmad.

Reformasi Tata Kelola Pupuk Tahun 2025

Dalam upaya meningkatkan efisiensi, pemerintah telah menerapkan perubahan signifikan sejak 2025 melalui dua regulasi utama, yaitu Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Nomor 113 Tahun 2025. “Di bawah arahan Mentan dan dukungan Komisi IV, kita telah melakukan penyederhanaan regulasi, sehingga distribusi pupuk ke petani lebih cepat,” paparnya.

Perpres Nomor 6 Tahun 2025 berfokus pada deregulasi, mempermudah akses petani ke pupuk. “Dulu pupuk tersedia di pabrik dan gudang, tapi aturan yang rumit menghambat distribusi. Kini aturan dipersingkat, memungkinkan penyaluran langsung sesuai instruksi Kementan,” terang Rahmad.

Sementara itu, Perpres Nomor 113 Tahun 2025 memberikan ruang untuk revitalisasi pabrik dan peningkatan efisiensi produksi. “Hasilnya, harga pupuk turun sebesar 20 persen, membuatnya lebih terjangkau bagi petani,” katanya.

Manfaat Subsidi Pupuk untuk Ekonomi Nasional

Menurut Rahmad, pupuk adalah input kritis yang memengaruhi produktivitas pertanian. “Subsidi pupuk berbeda dengan subsidi konsumsi, karena mengarah pada peningkatan produksi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peningkatan serapan pupuk di tahun 2025 dan 2026 berdampak langsung pada peningkatan hasil pertanian.

Kemudahan akses dan penurunan harga juga meningkatkan daya beli petani. “Ini terbukti dari peningkatan penyerapan gabah oleh Bulog, yang menunjukkan keterkaitan langsung antara pupuk dengan produktivitas pertanian,” tutup Rahmad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *