New Policy: KAI sebut seluruh lokomotif dan genset gunakan energi hijau B40
KAI Umumkan Penggunaan Bahan Bakar Hijau B40 di Seluruh Armada
Jakarta – Perusahaan Negara PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan bahwa semua kendaraan utama, termasuk lokomotif dan genset, kini menggunakan energi hijau berupa biosolar B40. Langkah ini juga menjadi persiapan untuk adopsi B50, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transportasi nasional serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Semua lokomotif dan genset yang dioperasikan KAI sudah beralih ke energi terbarukan melalui biosolar B40,” ujar Anne Purba, Wakil Presiden Komunikasi Korporat KAI, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.
Menurut Anne, penggunaan B40 merupakan bentuk dukungan KAI terhadap inisiatif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mendorong penggunaan energi ramah lingkungan di sektor transportasi. Bahan bakar ini, yang merupakan hasil inovasi pemerintah, telah berhasil mengurangi emisi karbon dari operasional kereta api. Selain itu, KAI berupaya menjadi mitra mobilitas yang lebih ramah lingkungan, sekaligus menyediakan alternatif transportasi yang ekonomis bagi masyarakat.
Adopsi B40 juga membantu KAI menjaga keberlanjutan dalam layanan logistik. Dalam Triwulan I 2026, total 12.075.002 ton batu bara dikirimkan melalui kereta api untuk menjaga pasokan listrik di Jawa dan Bali, serta 2.873.440 ton barang lain seperti peti kemas, hasil pertanian, dan bahan ritel. Angka tersebut naik 18,4 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025, ketika jumlahnya mencapai 12.261.632 ton.
KAI juga menyebutkan bahwa transisi ke energi hijau berdampak positif pada konservasi lingkungan. “Penggunaan biosolar B40 di seluruh sarana kereta api membantu menjaga kelestarian alam, sehingga kita bisa mewariskan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang,” tambah Anne.
Dalam konteks keberlanjutan energi nasional, KAI menyatakan kolaborasi dengan ESDM sangat strategis. Mereka siap mendukung penerapan B50 yang direncanakan, sekaligus memastikan keamanan dan efisiensi operasional. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong kereta api menjadi moda transportasi yang aman, ekonomis, serta bermanfaat jangka panjang bagi bangsa,” pungkas Anne.