New Policy: Kemarin, stok beras 4,5 juta ton hingga realisasi diskon tiket Pelni
Kemarin, Stok Beras RI Tetap Stabil 4,5 Juta Ton dan Diskon Tiket Pelni Capai 467.662 Penumpang
Di hari Minggu (5/4), berita terkini di bidang ekonomi menyebutkan bahwa stok beras cadangan pemerintah (CBP) di Indonesia mencapai 4,5 juta ton, sementara program diskon 30 persen pada tiket kapal laut Pelni juga mencatatkan realisasi sebanyak 467.662 penumpang selama angkutan Lebaran 1447 Hijriah. Berikut rangkuman lengkap dari berita tersebut:
Stok Beras Pemerintah Terjaga Meski Timur Tengah Mengalami Gejolak
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok beras CBP, yang dielola Perum Bulog, tetap stabil di angka 4,5 juta ton meski terjadi ketidakstabilan di wilayah Timur Tengah. Hal ini diharapkan memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman.
“Stok beras pemerintah saat ini sekitar 4,5 juta ton. Ini mencerminkan kinerja tertinggi sejak republik berdiri. Tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya saat melakukan inspeksi di Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan.
KAI Berhenti Sementara Rute Siliwangi Akibat Banjir
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung melaporkan penghentian sementara perjalanan Kereta Api Siliwangi, yang melintasi jalur Cipatat-Cianjur-Sukabumi, karena banjir di sekitar area Cibeber. Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa kereta masih terjebak di Stasiun Cianjur hingga malam, menunggu kondisi rel kembali normal.
Menteri PKP: Tiga Lahan KAI di Tanah Abang Tidak Bisa Dikuasai Pihak Ketiga
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau dikenal sebagai Ara menyatakan adanya tiga lokasi lahan yang dikuasai pihak ketiga, meskipun PT KAI memiliki dokumen hukum yang sah. Ia berencana meninjau langsung area tersebut untuk menyelesaikan konflik kepemilikan.
HIMKI Dorong Penguatan Jaringan Distribusi Hadapi Dinamika Global
Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menekankan pentingnya pengembangan pusat distribusi global sebagai strategi menghadapi perubahan politik dan ekonomi internasional. Ia menyebut gejolak geopolitik, khususnya di Timur Tengah, berdampak signifikan pada rantai pasok sektor industri mebel dan kerajinan.