New Policy: KSP kunjungi sentra pertanian bawang di Buleleng Bali
KSP kunjungi sentra pertanian bawang di Buleleng Bali
Di Buleleng, Bali, ANTARA melaporkan bahwa Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Muhammad Qodari melakukan kunjungan ke pusat pertanian bawang seluas tiga hektare di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk memperkuat sistem ketahanan pangan melalui pengembangan potensi lokal.
Peran Petani dalam Pangan Nasional
“Bapak dan Ibu di sini tidak hanya berperan sebagai petani atau produsen, tetapi juga sebagai penopang utama stabilitas pangan dan bagian penting dari rantai pasok pangan nasional,” ujar Muhammad Qodari di Desa Sumberkima, Selasa.
Dalam sambutannya, Qodari menekankan hubungan antara produksi pertanian di tingkat desa dengan pemenuhan gizi masyarakat. Ia menegaskan bahwa peran petani tidak hanya terbatas pada hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari program strategis pemerintah untuk membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Tantangan Produktivitas dan Langkah Pemkab Buleleng
Qodari menyebutkan bahwa Kabupaten Buleleng merupakan basis penting sektor pertanian di Pulau Dewata. Namun, ia menyoroti tantangan produktivitas yang terjadi. Data menunjukkan produksi bawang merah pada 2024 mencapai 3.292 kuintal, turun 8,4 persen dibanding tahun sebelumnya, meskipun luas panen meningkat.
“Artinya peningkatan luas panen belum diikuti oleh peningkatan hasil produksi. Ini yang perlu kita kawal bersama agar ke depan produktivitas pertanian, khususnya bawang merah di Buleleng, bisa terus meningkat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng Gede Melandrat menjelaskan bahwa wilayah tersebut memiliki karakteristik “nyegara gunung”, memungkinkan pertanian di dataran tinggi dan rendah. Berbagai komoditas unggulan, termasuk bawang, terus dikembangkan sebagai bagian dari sektor hortikultura strategis.
Pemkab Buleleng, lanjut Melandrat, terus mendorong peningkatan produktivitas melalui pendampingan teknis dan fasilitasi akses permodalan. Selain itu, pihaknya juga menyarankan dukungan infrastruktur pertanian, seperti bantuan traktor, mengingat sebagian besar lahan di Gerokgak bersifat kering.
“Kehadiran Kepala Staf Kepresidenan menegaskan bahwa bawang dari Gerokgak memiliki peran penting dalam mendukung pasokan nasional. Kami telah menyiapkan data serta skema penguatan kawasan untuk mendukung pengembangan lebih lanjut,” ujar Melandrat.