New Policy: Mentan Amran: Stok beras Sulsel melonjak tembus 761 ribu ton
Mentan Amran: Stok beras Sulsel melonjak tembus 761 ribu ton
Makassar – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa persediaan beras di Sulawesi Selatan telah mencapai 761 ribu ton, meningkat secara signifikan dibandingkan kapasitas awal yang hanya 300 ribu ton. “Peningkatan ini luar biasa, sebab selama ini stok di daerah ini hanya sekitar 300 ribu ton, kini melonjak dua kali lipat,” ujarnya saat meninjau Gudang Bulog Panaikang, di Makassar, Minggu. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq.
Kenaikan Stok Sebagai Tanda Kebijakan Berhasil
Amran menjelaskan bahwa peningkatan stok beras didorong oleh program pemerintah yang memperkuat produksi nasional dalam waktu singkat. Hal ini, katanya, membantu meningkatkan ketahanan pangan di daerah utama produsen. Kini, gudang beras Sulawesi Selatan hampir penuh, menunjukkan bahwa hasil produksi telah melebihi kemampuan penyimpanan sebelumnya.
“Ini belum pernah terjadi, kondisi stok beras di Sulawesi Selatan saat ini justru melebihi kapasitas maksimal,” kata Mentan Amran.
Keberhasilan ini tidak hanya terjadi di provinsi tersebut, melainkan juga mencakup keseluruhan Indonesia. Stok beras nasional kini mencapai sekitar 4,5 juta ton, yang menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah dalam periode Januari-Maret 2026. Amran menyebutkan bahwa kenaikan signifikan stok ini membuktikan program prioritas pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan berjalan efektif.
Peran Sulsel sebagai Penyangga Distribusi
Dengan persediaan yang melimpah, Sulawesi Selatan diprediksi dapat menjadi penyangga distribusi beras untuk daerah lain yang produksinya masih rendah, seperti Kalimantan dan Maluku. Ia menegaskan bahwa penyaluran beras dari daerah ini akan membantu menjaga keseimbangan pasokan pangan nasional.
Menghadapi kenaikan produksi, pemerintah juga mengambil langkah untuk menambah kapasitas penyimpanan. Penyewaan gudang menjadi salah satu upaya untuk menampung hasil panen yang terus bertambah. “Dulu, kapasitas gudang tidak terisi optimal, namun kini kita menghadapi surplus yang membutuhkan fasilitas tambahan,” tambahnya.
Kebijakan Jangka Panjang untuk Stabilisasi Pasokan
Amran memastikan bahwa pihaknya akan terus memastikan keseimbangan antara produksi, distribusi, dan penyimpanan. Langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan beras tetap stabil, sehingga masyarakat dapat tercukupi kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Menurutnya, pencapaian stok beras yang tinggi menjadi bukti kuat kemajuan sektor pertanian dan kontribusi terhadap stabilitas ekonomi daerah maupun nasional.