New Policy: PTBA siapkan Ombilin dan proyek Mempawah untuk ekspansi

PTBA siapkan Ombilin dan proyek Mempawah untuk ekspansi

Dari Jakarta, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan rencana ekspansi melalui pengembangan tambang batu bara Ombilin di Sumatera Barat serta proyek pembangkit listrik di Mempawah, Kalimantan Barat. Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menjelaskan bahwa tambang Ombilin masih memiliki cadangan batu bara mencapai 102 juta ton, yang memiliki peluang untuk dioptimalkan.

“Kalau dengan harga batu bara sekarang, kesempatan itu seharusnya kita manfaatkan,” ujar Arsal di Jakarta, Senin.

Menurutnya, dari total cadangan tersebut, sekitar 2 juta ton berada di area tambang terbuka, sementara 100 juta ton lainnya berupa tambang bawah tanah. Pemerintah, melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, telah mendorong percepatan reaktivasi tambang Ombilin. Jika berhasil dioperasikan kembali, proyek ini diperkirakan dapat menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja.

Tambang Ombilin: Pendekatan Lingkungan dan Kebudayaan

Sebagai bagian dari upaya mengejar hilirisasi, PTBA sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kebudayaan. Arsal menyebut kawasan Ombilin tergolong dalam wilayah warisan dunia UNESCO, sehingga keberlanjutan lingkungan dan budaya menjadi prioritas. “Kami telah meraih persetujuan Menteri Kebudayaan, karena daerah ini termasuk dalam kawasan warisan dunia UNESCO,” tambahnya.

Proyek Pembangkit Listrik di Mempawah

Sementara itu, PTBA juga tengah menyiapkan proyek pembangkit listrik di Mempawah untuk mendukung hilirisasi bauksit menjadi alumina dan aluminium. Proyek ini diberikan sebagai tugas dari MIND ID kepada PTBA guna memenuhi kebutuhan energi smelter aluminium yang dikembangkan Inalum. Ilham Yacob, Direktur Operasi dan Produksi, menyatakan bahwa saat ini tahapan penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sedang berlangsung.

“Harapan kami adalah sebelum akhir 2026, penambangan di tambang terbuka Ombilin dapat dimulai,” kata Ilham.

Ilham menambahkan, AMDAL diperkirakan selesai dalam 6 bulan, bahkan bisa dipercepat jika memungkinkan. Selain AMDAL, perusahaan juga memulai studi kelayakan serta proses operasional lain, termasuk penunjukan kontraktor berpengalaman untuk tambang bawah tanah.

Turino Yulianto, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, menjelaskan bahwa proyek pembangkit listrik di Mempawah masih dalam tahap persiapan dan penjajakan mitra. Ia mengatakan ada minat investor dari luar negeri dan dalam negeri, termasuk pihak-pihak dari Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, serta pengusaha lokal.

Target PTBA adalah memulai pembangunan fisik proyek pembangkit listrik pada awal 2027, agar dapat berjalan bersamaan dengan proyek smelter. “Kita berharap proyek tersebut bisa dimulai konstruksinya sejak awal 2027,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *