New Policy: Semen Indonesia cetak laba bersih Rp190,84 miliar pada 2025
PT Semen Indonesia Catatkan Laba Bersih Rp190,84 Miliar di Tahun 2025
Jakarta – Perseroan BUMN PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG mencatatkan laba bersih sebesar Rp190,84 miliar pada tahun 2025, menurun 73,48 persen dibandingkan Rp719,76 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini dicapai meski pendapatan perusahaan hanya mencapai Rp35,24 triliun, tercatat sedikit berkurang dari Rp36,18 triliun tahun lalu.
“Dengan beberapa inisiatif strategis, SIG berhasil mempertahankan daya saingnya di tengah perlambatan pasar semen nasional,” kata Corporate Secretary SMGR Vita Mahreyni dalam keterangan resmi yang diterbitkan di Jakarta, Rabu.
Beban pokok pendapatan perusahaan turun tipis menjadi Rp28,17 triliun di akhir 2025, dibandingkan Rp28,25 triliun tahun sebelumnya. Vita menjelaskan, efisiensi biaya yang ketat dan peningkatan operasional secara berkelanjutan membantu menekan beban ini sebesar 0,3 persen yoy, sementara beban usaha menurun 1,1 persen.
Transformasi bisnis yang dilakukan SMGR sejak Juli 2025 berfokus pada tiga strategi utama: pengelolaan pasar mikro, penghematan biaya, dan optimalisasi produk turunan serta portofolio. “Hasil dari transformasi ini terlihat pada kuartal tiga dan empat tahun 2025, di mana penjualan domestik meningkat dan berkontribusi pada kinerja tahunan,” tambahnya.
Selain itu, perusahaan juga berupaya memaksimalkan potensi pasar regional untuk mempertahankan pertumbuhan. Pada 2025, penjualan di luar negeri mencapai 7,95 juta ton, naik 14,3 persen dibandingkan 6,96 juta ton tahun sebelumnya.
“Kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation membuka peluang ekspor dan pengembangan bisnis baru, terutama di bidang stabilisasi tanah,” ujar Vita. “Fasilitas produksi di Tuban, Jawa Timur, diharapkan mulai beroperasi untuk ekspor pada pertengahan 2026 dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun.”
Secara neraca, total aset perusahaan mencapai Rp76,56 triliun per 31 Desember 2025, turun 0,55 persen dibandingkan Rp76,99 triliun di akhir 2024. Sementara liabilitas tercatat Rp27,14 triliun, dan ekuitas mencapai Rp47,71 triliun.