Otoritas Pelabuhan Ketapang operasikan 36 kapal urai kepadatan

Otoritas Pelabuhan Ketapang Luncurkan 36 Unit Kapal Feri untuk Mengatasi Kepadatan

Banyuwangi, Jawa Timur – Dalam rangka menangani lonjakan penumpang di masa arus balik H+9 Lebaran 2026, Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Ketapang mengoperasikan 36 kapal feri. Tujuan utamanya adalah mempercepat proses pembongkaran dan pengangkutan kendaraan serta penumpang di pelabuhan tersebut. Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, menjelaskan bahwa penggunaan kapal ini disesuaikan dengan kondisi kepadatan.

Mengenai mekanisme operasional, beberapa dari 36 kapal tersebut menerapkan pola tiba bongkar berangkat (TBB). Bayu menyebutkan, metode ini digunakan untuk mengurangi penumpukan kendaraan di pelabuhan dan jalan utama menuju ke sana. Dengan sistem TBB, kapal langsung kembali ke Pelabuhan Ketapang setelah mengangkut penumpang dan barang dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

“Pada hari ini, terdapat 36 unit kapal yang beroperasi untuk melayani pengguna jasa, terutama kendaraan pribadi dan bus yang akan menyeberang ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang,” ujar Bayu saat di lokasi, Selasa (31/3).

Dari pantauan di lapangan, antrean kendaraan truk terus memanjang hingga mencapai sekitar 10 kilometer dari jalan utama depan pelabuhan. Bayu menjelaskan bahwa jumlah kapal yang menerapkan TBB disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, terutama saat terjadi kenaikan signifikan volume penumpang.

Menurut data Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Ketapang, selama periode 30 Maret 2026 hingga 31 Maret 2026 (H+8), jumlah trip mencapai 230 kali dalam 24 jam. Peningkatan ini mengindikasikan tingginya aktivitas pengangkutan selama arus balik Lebaran 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *