Perjalanan KA Ciremai Semarang-Bandung berhenti total akibat longsor
KA Ciremai Semarang-Bandung Terhenti Total Akibat Longsor
Bandung – Sebuah insiden alam mengganggu operasional kereta api KA Ciremai yang berlayar antara Semarang Tawang dan Bandung. Perjalanan kereta tersebut harus dihentikan sepenuhnya di tengah relasi karena tanah longsor yang memblokir jalur Maswati–Sasaksaat di Kabupaten Bandung Barat. Kecelakaan terjadi pada Rabu sore, tepatnya di KM 142+8/9, saat hujan deras memicu pergerakan tanah di area tersebut.
Kuswardojo, manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, mengonfirmasi bahwa tim tanggap darurat telah diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan jalur yang tertutup. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para penumpang KA Ciremai. Untuk sementara waktu, perjalanan harus dihentikan agar keselamatan penumpang dapat dipastikan,” jelas Kuswardojo saat diwawancara di Bandung, Rabu.
Kuswardojo menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang yang terjebak di dalam rangkaian kereta. Kami sedang menunggu proses evakuasi material longsor selesai dilakukan oleh petugas prasarana, sebelum memutuskan langkah lanjutan.
Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh kru KA Ciremai yang menemukan rintangan jalan (rinja) di Stasiun Bandung. Petak jalan Maswati–Sasaksaat kini ditutup total untuk seluruh jenis perjalanan kereta api, demi menghindari risiko kecelakaan akibat kondisi tanah yang belum stabil.
Untuk mempercepat pemulihan, tim teknis beserta alat berat sudah berada di lapangan. Lokasi kejadian berada di area perbukitan, yang menjadikan akses ke lokasi cukup sulit. KAI Daop 2 Bandung terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevaluasi apakah dibutuhkan skema overstappen atau pengalihan penumpang jika proses normalisasi memakan waktu lama.
Kuswardojo menyampaikan upaya maksimal akan dilakukan agar jalur bisa kembali lancar. “Petugas prasarana sedang bekerja keras untuk mencegah gangguan lebih lanjut,” tambahnya.
Bagi para penumpang dan keluarga yang terdampak, KAI mengimbau tetap memantau informasi resmi melalui kanal perusahaan terkait perkembangan kondisi jalur dan posisi kereta api yang tertahan.