Solution For: Menko Zulhas: Pangan RI tetap aman meski geopolitik pengaruhi logistik
Menko Zulhas: Pangan RI tetap aman meski geopolitik pengaruhi logistik
Jakarta – Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, situasi ketersediaan pangan di Indonesia masih terjaga meski ada pengaruh dari ketidakstabilan geopolitik global terhadap rantai pasok dan biaya bahan baku. Ia mengakui bahwa faktor-faktor tersebut memang menyebabkan kenaikan harga beberapa komoditas pangan, tetapi menjamin keamanan pangan nasional tetap terpenuhi.
“Walaupun ada gangguan di luar negeri, baik geopolitik maupun konflik, kita masih mampu menjaga kestabilan pasokan pangan,” ujar Zulhas setelah acara silaturahmi di Jakarta, Selasa.
Ketidakpastian geopolitik berdampak pada jalur distribusi dan biaya produksi dalam negeri, menurutnya. Kenaikan biaya energi, khususnya bahan bakar avtur, membuat ongkos transportasi udara meningkat. Sementara itu, keterlambatan pengiriman barang melalui laut semakin terasa, dengan waktu pengiriman yang sempat memakan waktu 20 hari kini bisa mencapai 60 hari lebih.
Kenaikan harga plastik juga menjadi isu yang perlu diwaspadai. Bahan baku ini melonjak hingga 30 hingga 80 persen akibat gangguan pasokan global, terutama dari konflik di wilayah Timur Tengah. Zulhas menyebut plastik memainkan peran penting dalam distribusi beras, terutama sebagai bahan pembungkus gabah.
Menko Zulhas menegaskan stok beras nasional tetap memadai dan stabil. Dikutip dari Kementerian Pertanian, cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 4,6 juta ton per 7 April 2026, yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah pengelolaan stok pangan. Dengan volume tersebut, pemerintah memproyeksikan pasokan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan rakyat selama 10 hingga 11 bulan ke depan, bahkan di tengah ancaman El Nino.
Masalah kenaikan harga plastik telah mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kebutuhan terhadap bahan ini memengaruhi efisiensi distribusi, terutama dalam kegiatan pengemasan dan pengangkutan bahan pangan. Zulhas menambahkan, upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, serta penguatan hilirisasi menjadi penopang utama untuk menghadapi tantangan global.