Solving Problems: KKP ajak pengusaha terapkan “Stelina” perluas akses pasar global
KKP Ajak Pengusaha Terapkan “Stelina” Perluas Akses Pasar Global
Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menawarkan solusi bagi pengusaha perikanan berupa Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional atau Stelina. Sistem ini diharapkan membantu produk ikan hasil tangkapan lebih mudah memasuki pasar global dan bersaing secara efektif.
Pelaku Usaha Perlu Perbarui Pandangan
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menegaskan bahwa persyaratan produk unggulan di pasar internasional telah berubah. Kini, kualitas fisik tidak lagi menjadi satu-satunya penentu, tetapi juga diperlukan bukti legalitas serta keberlanjutan dalam produksi.
“Produk perikanan yang dibutuhkan saat ini bukan hanya berkualitas, tetapi juga harus berasal dari rantai pasok yang legal, transparan, dan mencerminkan tanggung jawab sosial,” jelas Didit dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.
Permintaan Konsumen Global Melangkah
Dengan meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan, konsumen internasional kini menuntut informasi mendetail mengenai asal-usul ikan, metode penangkapan, hingga dampak budidaya terhadap ekosistem. Stelina dianggap sebagai alat untuk memastikan setiap tahapan perjalanan ikan dicatat secara transparan.
KKP Gelar Workshop untuk Selaraskan Teknis
Sebelumnya, KKP telah menyelenggarakan workshop teknis terkait traceability seafood pada 8 April 2026. Acara ini bertujuan menyelaraskan pemahaman antara pemerintah dan pengusaha mengenai pentingnya sistem ketertelusuran untuk membangun kepercayaan pembeli asing.
Stelina Diterapkan di Kampung Nelayan Merah Putih
Machmud, Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, menjelaskan bahwa Stelina berbasis interoperabilitas antarsistem. Teknologi ini berupa QR Code yang menyatukan data dari tahap produksi hingga distribusi.
“Sistem ini memberikan gambaran menyeluruh kepada konsumen dan membantu memperkuat reputasi produk perikanan Indonesia sebagai hasil yang berkelanjutan,” kata Machmud.