Solving Problems: Pimpinan MPR optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5 persen
Pimpinan MPR Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melebihi 5 Persen
Jakarta – Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di atas 5 persen tahun ini, meskipun konflik di Timur Tengah menciptakan gangguan bagi pertumbuhan ekonomi global.
“Semua negara global terdampak oleh perang Timur Tengah yang masih berlangsung, dengan rantai pasok energi yang mengalami gangguan signifikan,” jelas Eddy dalam siaran pers di Jakarta, Senin.
Eddy memberikan tanggapan terhadap proyeksi Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,7 persen tahun ini, yang lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,4 persen.
Salah satu faktor penopang ekonomi Indonesia adalah eksportir sumber daya alam seperti batu bara, minyak kelapa sawit, nikel, timah, serta komoditas lainnya yang harga terus menguat, kata Eddy.
Indonesia memiliki kemandirian dalam aspek energi, di mana pasokan listrik untuk sektor industri, perdagangan, dan rumah tangga tidak terganggu oleh ketergantungan impor migas dan BBM. Hal ini dikarenakan negara ini memanfaatkan batu bara dan gas lokal untuk produksi listrik.
“Berbeda dengan Singapura, Jepang, Korea, atau negara lain yang bergantung pada impor gas dan batu bara untuk menjaga pasokan listrik,” ujarnya.
Meski begitu, Eddy mengakui ruang anggaran APBN saat ini sedang rapat. Ia menekankan bahwa dalam kondisi kenaikan harga BBM yang berdampak pada sektor industri, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga, Menkeu harus bijak dalam pengalokasian dana untuk menjaga daya beli masyarakat dan laju pertumbuhan ekonomi.
Eddy juga memperingatkan tentang kenaikan harga bahan baku plastik dan pupuk yang bisa memicu inflasi di sektor pangan dan makanan. Kenaikan harga pupuk, misalnya, akan berdampak langsung pada peningkatan biaya beras dan sayuran.
Menurutnya, jika harga plastik terus meroket, biaya mie instan, air minum dalam kemasan, serta barang rumah tangga seperti ember, selang air, alat masak, dan lain-lain juga akan naik.
Eddy menyerukan masyarakat untuk berpartisipasi dalam penghematan energi subsidi, sehingga dana yang dihemat bisa dialokasikan ke kalangan yang lebih membutuhkan, tuturnya.