Special Plan: Bukit Asam bidik produksi dan penjualan 49,5 juta ton pada 2026
Bukit Asam bidik produksi dan penjualan 49,5 juta ton pada 2026
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, Arsal Ismail, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), menyatakan perseroan telah menerima persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa pengurangan volume produksi. Ia menegaskan bahwa persetujuan ini menjadi dasar untuk mempertahankan kinerja tahun ini. “RKAB telah disetujui tanpa pemotongan volume yang kami ajukan, sehingga kami optimistis bisa mencapai target di tahun 2026,” ujarnya.
Target Produksi di Angka Hampir 50 Juta Ton
Arslan menjelaskan bahwa target produksi dan penjualan 2026 berada di sekitar 49,5 juta ton, dengan harapan bisa meningkat menjadi 50 juta ton. Ia menambahkan bahwa perseroan tetap berhati-hati meskipun memandang prospek tahun depan sebagai peluang untuk berkembang. “Kami mengharapkan volume ini bisa mencapai 50 juta ton, meskipun saat ini masih berada di sekitar 49,5 juta,” tuturnya.
“Harga batu bara pada 2026 menunjukkan tren naik sejak awal tahun, namun volatilitas tetap menjadi tantangan yang perlu diwaspadai,” kata Arsal. Ia juga menyebutkan indeks batu bara Indonesia (ICI) 1 saat ini mendekati 140, sementara ICI 3 berada di kisaran 73. Angka tersebut, menurutnya, memberikan ruang untuk perbaikan harga jual.
Dengan RKAB yang telah disetujui, PTBA akan fokus pada penerapan standar pertambangan yang baik serta menjaga kinerja stabil. Meski ada optimisme terhadap tahun 2026, Arsal mengingatkan bahwa perusahaan tetap harus mengantisipasi perubahan pasar yang bisa memengaruhi volume dan harga.