Special Plan: Bulog: Anggaran pembangunan 100 gudang baru capai Rp5 triliun
Bulog: Anggaran pembangunan 100 gudang baru capai Rp5 triliun
Jakarta – Perum Bulog merinci alokasi dana sebesar Rp5 triliun untuk pembangunan 100 gudang baru, yang berperan dalam penguatan sistem pangan nasional. Menurut Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, proyek ini merupakan hasil dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026.
Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp5 triliun. Secara garis besar, sekitar Rp4,4 triliun digunakan untuk pembangunan infrastruktur, sementara Rp0,56 triliun ditujukan untuk mekanisasi, otomatisasi, dan teknologi informasi (IT),” ujar Ahmad Rizal di Jakarta, Rabu.
Target 92 Kabupaten
Proyek tersebut akan dilaksanakan di 92 kabupaten, sebagai upaya memperkuat sistem pascapanen nasional. Ahmad menegaskan, tujuan dari program ini adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan hasil panen serta memastikan ketahanan pangan.
“Langkah kami berikutnya adalah menyiapkan studi kelayakan, baik yang sederhana maupun lengkap, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk kampus dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” tambahnya.
Selain itu, Bulog akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memperoleh masukan teknis sesuai karakteristik wilayah. Evaluasi aspek finansial dan penggunaan dana investasi pemerintah juga menjadi bagian penting sebelum proyek dimulai.
“Kalau ketiga unsur ini sudah terpenuhi, baru kami laporkan kepada Pak Menko Pangan untuk mendapatkan pengesahan secara resmi dan dapat segera dibangun,” ungkapnya.
Pembangunan akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya sebagai pelaksana, sesuai ketentuan dalam Perpres. Dengan penguatan infrastruktur, Bulog menargetkan peningkatan kapasitas penyimpanan dan pengelolaan hasil panen secara nasional.