Special Plan: Wamentrans: Program Kementerian Transmigrasi kembangkan produk lokal
Wamentrans: Program Kementerian Transmigrasi Dorong Pengembangan Produk Lokal
Di Gorontalo, Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyampaikan bahwa berbagai inisiatif dari Kementerian Transmigrasi dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam memajukan produk-produk lokal. “Berbagai program Kementerian Transmigrasi disesuaikan dengan kondisi daerah dan kebutuhan masyarakat transmigrasi, sehingga memiliki fokus yang berbeda,” jelas Viva Yoga saat berbicara di Pulubala, Rabu.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah penguatan klaster usaha pangan, terutama dalam hal hilirisasi ayam. “Program hilirisasi ayam ini menjadi bagian dari upaya mendorong Astacita (Aksi Strategis Cita) dalam bidang pangan,” tambah Gusnar. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menandatangani MoU dengan ID Food untuk memulai pembangunan pabrik pakan ternak, yang akan menjadi awal dari implementasi program tersebut.
“Karena Gorontalo memiliki basis produksi jagung yang signifikan, yaitu sekitar 1,5 juta ton pada tahun 2024, maka lokasi ini dipilih sebagai pusat untuk program hilirisasi ayam. Dengan tersedianya bahan baku jagung, masalah kekurangan pakan ternak tidak lagi menjadi hambatan,” ujar Gusnar Ismail.
Menurut Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, pihaknya terus melakukan pemetaan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi guna meningkatkan produktivitas wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mencegah lahan terbengkalai. “Pemetaan ini bagian dari pergeseran paradigma transmigrasi, dari sekadar pembagian lahan menjadi penguatan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan produktif,” terang Iftitah. Kementerian Transmigrasi, lanjutnya, fokus pada pembangunan ekosistem yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, dengan menciptakan peluang kerja bagi warga lokal serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Program ini juga diharapkan bisa menguatkan kerja sama antar daerah transmigrasi, sehingga menjadi pusat kegiatan ekonomi yang saling mendukung. “Kalau program ini bisa terealisasi, maka setiap klaster daerah transmigrasi akan menjadi bagian penting dalam sistem ekonomi nasional,” kata Iftitah.