Topics Covered: Bulog siap serap panen petani tebu Blora sesuai harga acuan

Bulog Pastikan Serapan Tebu Petani Blora Sesuai Harga Acuan 2026

Semarang – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa hasil panen tebu dari petani Blora akan diambil oleh PT Gendhis Multi Manis (GMM) mulai Mei 2026, sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikannya saat berkunjung ke perusahaan di Blora, Jumat, setelah bertemu langsung dengan tokoh masyarakat dan para petani. Tujuan dari kunjungan ini adalah menjawab keinginan petani terkait kepastian penyerapan gula tahun depan.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana harmonis dan penuh semangat musyawarah mengumpulkan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat serta para petani. Diskusi terbuka dilakukan untuk mencari solusi yang optimal, agar kepentingan semua pihak terpenuhi. Pada hari tersebut, dirinya menjelaskan bahwa komunikasi intensif telah dijalankan sejak pagi, lalu disampaikan secara langsung ke masyarakat sore hari sebagai bentuk transparansi dan kejelasan kebijakan.

“Pagi ini kami sudah bertemu dengan Pak Noto dan Pak Bambang, tokoh masyarakat setempat. Sore hari, kami berkomunikasi langsung dengan para petani untuk memberikan kepastian,” tutur Ahmad Rizal.

Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan sejumlah stakeholder, seperti Bupati Blora Arief Rohman, Forkompinda Kabupaten Blora, pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), serta tokoh masyarakat lainnya. Setelah penyerapan oleh GMM selesai, Bulog akan menangani distribusi tebu ke pabrik gula di Jawa Tengah, demi menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas produksi gula nasional.

Selain itu, Bulog juga berencana memperbaiki dan mereorganisasi manajemen GMM untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. “Kami akan segera mengganti manajemen GMM yang profesional, termasuk pengadaan manajemen baru pada minggu depan,” ujarnya.

Pengembangan Bioetanol Jadi Fokus Masa Depan

Seiring fokus pemerintah pada pengembangan bioetanol dari bahan baku jagung, singkong, dan tebu, PT GMM akan memanfaatkan tebu sebagai alternatif bahan bakunya. “Akan dibangun fasilitas pengolahan bioetanol di area perusahaan, yang memakai jagung dan tebu,” tambahnya.

Dalam proses penyampaian aspirasi, Bulog memastikan semua dilakukan secara tertib, dengan prinsip manfaat bagi kedua belah pihak. Petani yang bertemu langsung dengan Dirut Bulog merasa puas dan akhirnya pulang dalam suasana damai, sambil melepas spanduk dan atribut yang mereka bawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *