Visit Agenda: Wamenpar: Ada kenaikan masyarakat gunakan libur Lebaran untuk wisata

Wamenpar: Ada kenaikan masyarakat gunakan libur Lebaran untuk wisata

Jakarta – Dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Rabu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengungkapkan adanya peningkatan jumlah masyarakat yang memanfaatkan libur Lebaran 2026 untuk berwisata dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), estimasi perputaran ekonomi selama libur Lebaran tahun ini mencapai 165,7 triliun rupiah, naik dari 137 triliun rupiah pada 2025.

Dalam penjelasannya, Ni Luh menyatakan bahwa peningkatan ini terlihat dari meningkatnya persentase masyarakat yang melakukan perjalanan ke destinasi wisata. Pada 2025, sekitar 6,3 persen penduduk melakukan kunjungan wisata, namun pada 2026 angkanya melonjak menjadi 12 persen atau sekitar 17,27 juta orang.

“Hal ini tercermin dari meningkatnya proporsi masyarakat yang memanfaatkan momentum Lebaran untuk berwisata. Pada tahun 2025, sekitar 6,3 persen masyarakat melakukan perjalanan ke lokasi wisata, sementara tahun 2026 meningkat menjadi 12 persen atau setara dengan 17,27 juta orang,” jelas Ni Luh.

Menurutnya, meski pengeluaran rata-rata per keluarga dan per individu menurun, total pengeluaran dalam sektor pariwisata mengalami kenaikan signifikan. Rata-rata pengeluaran per keluarga pada 2026 sebesar Rp3,7 juta, turun dari Rp4,9 juta tahun lalu. Sementara itu, pengeluaran per orang mencapai Rp1,1 juta, berbanding dengan Rp1,2 juta pada 2025.

“Ini yang tentu kami akan terus jaga bagaimana agar momentum-momentum besar itu dimanfaatkan atau bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berwisata, sehingga multiplier effect itu akan terjadi di destinasi wisata,” tuturnya.

Peningkatan jumlah pengunjung wisata, kata Ni Luh, berdampak pada kenaikan total pendapatan sektor pariwisata dari sekitar 11,04 triliun rupiah pada 2025 menjadi 19,86 triliun rupiah pada 2026. Ia menjelaskan bahwa pergeseran ini mencerminkan perubahan pola konsumsi dari rumah tangga ke pengalaman, khususnya dalam bidang pariwisata.

Kontribusi ekonomi libur Lebaran tidak hanya terasa secara nasional, tetapi juga secara signifikan mengalir ke destinasi wisata di daerah. Total pengeluaran masyarakat untuk 10 destinasi prioritas dan tiga destinasi regeneratif mencapai lebih dari 12,27 triliun rupiah, yang merupakan 61,8 persen dari pendapatan nasional sektor pariwisata.

Destinasi unggulan seperti Borobudur, Yogyakarta, Prambanan, Bromo Tengger Semeru, Danau Toba, dan lainnya menjadi penghasil pendapatan terbesar. Ni Luh menyoroti peran penting mereka dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *