Jafar/Felisha pasang target realistis di Kejuaraan Asia usai tur Eropa

Jafar dan Felisha Tetapkan Target Realistis di Kejuaraan Asia Usai Tur Eropa

Setelah menghadapi hasil yang kurang memuaskan selama rangkaian turnamen di Eropa, pasangan ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu memilih fokus pada target yang lebih realistis untuk Kejuaraan Asia (BAC) 2026. Felisha menyatakan bahwa evaluasi menyeluruh telah dilakukan, dengan berbagai aspek yang perlu ditingkatkan agar performa bisa kembali optimal.

Pengaruh Cedera pada Kinerja di Eropa

Felisha mengungkapkan bahwa cedera siku yang dideritanya sejak turnamen Super 500 Indonesia Masters 20-25 Januari berdampak signifikan pada permainan di Eropa. “Waktu semifinal Indonesia Masters, kondisi tangan sudah sangat sakit, bahkan mengangkat tangan pun sulit. Tapi karena tanggung jawab, saya tetap berusaha bermain semaksimal mungkin,” kata Felisha di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.

Setelah mengikuti turnamen, Felisha menjalani masa pemulihan selama sekitar tiga pekan dengan mengistirahatkan tangan. Ia hanya melakukan latihan fisik bagian bawah dan latihan ringan untuk menjaga kondisi. “Saat kembali berlatih, sempat ada rasa takut saat melakukan pukulan karena bagian yang cedera belum sepenuhnya pulih, sehingga tekniknya belum maksimal,” ujarnya.

Progress dalam Persiapan

Dalam persiapan Kejuaraan Asia 2026, Felisha menilai bahwa kesiapan pasangan kini lebih baik dibandingkan saat tur Eropa, meski masih ada beberapa hal yang perlu dimaksimalkan. “Persiapan sekarang lebih baik daripada waktu tur Eropa. Masih ada beberapa hari latihan, semoga kekurangan yang ada bisa diperbaiki,” kata Felisha.

Jafar mengakui bahwa tekanan tetap ada setelah hasil yang belum memuaskan, namun ia menyebut hal tersebut sebagai motivasi untuk tampil lebih kompak. “Tekanan pasti ada, apalagi kalau hasil sebelumnya belum bagus. Tapi kami fokus memperbaiki kekompakan dan komunikasi di lapangan,” ujarnya.

Kedua pemain juga mengingatkan bahwa lawan di babak awal tidak mudah, termasuk pasangan papan atas dunia. “Babak awal pasti tidak mudah. Jadi kami fokus satu pertandingan ke pertandingan berikutnya saja,” tambah Jafar.

Target Minimal dan Strategi Bertahap

“Target minimal tentu tidak ingin turun dari hasil sebelumnya. Tapi melihat performa kemarin, kami mau fokus step by step dulu supaya bisa tampil lebih baik,”

Pasangan ini berharap setidaknya mampu mencapai pencapaian yang sama seperti sebelumnya, yakni menyamai hasil di semifinal. Namun, mereka lebih memilih mengejar peningkatan bertahap. Pada edisi tahun lalu, Jafar/Felisha terhenti di babak empat besar setelah kalah dari pasangan Jepang Hiroki Midorikawa/Natsu Saito dengan skor 21-15, 21-23, 11-21.

Sementara itu, Jafar menekankan pentingnya menutup kekurangan masing-masing di lapangan agar tampil lebih solid. “Kami harus bisa lebih kompak dan saling cover di lapangan,” pungkasnya.

Dalam babak pertama Kejuaraan Asia 2026, pasangan ini akan berhadapan dengan lawan dari Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan. Mereka yakin dengan persiapan yang lebih matang, kesempatan untuk mencapai hasil yang lebih baik masih terbuka lebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *