Latest Program: Daniel Marthin comeback, PBSI hidupkan lagi duet Leo/Daniel

Daniel Marthin Comeback, PBSI Kembali Aktifkan Pasangan Leo/Daniel

Jakarta – Setelah mengalami masa libur panjang karena cedera, Daniel Marthin kembali menjadi bagian dari skuad ganda putra Pelatnas PBSI. Keputusan untuk memasangkannya kembali dengan Leo Rolly Carnando dianggap sebagai upaya meningkatkan stabilitas prestasi sebelum menghadapi kompetisi level elite. Hal ini disampaikan oleh pelatih utama ganda putra, Antonius Budi Ariantho, dalam pernyataan resmi di Jakarta, Jumat.

Analisis Performa Sebelum Pengaturan Kembali

Pelatih memutuskan menggandeng Daniel dengan Leo setelah menilai pasangan Leo/Bagas Maulana belum menunjukkan konsistensi sejak akhir 2024. “Kami sudah memberikan cukup banyak kesempatan, hasilnya ada yang memuaskan, tetapi secara keseluruhan belum stabil,” jelas Antonius. Ia menambahkan, duo Leo dan Daniel pernah bermain bersama sebelumnya, sehingga diharapkan proses penyesuaian bisa lebih cepat. “Kemampuan teknis mereka sudah terbukti, hanya faktor komunikasi yang perlu diperbaiki,” tuturnya.

“Keduanya pernah berpasangan, jadi seharusnya tidak butuh waktu lama untuk adaptasi. Dari sisi teknis tidak ada kendala, sebelumnya lebih ke faktor nonteknis seperti komunikasi,”

Duet Leo/Daniel akan debut di ajang Super 500 Thailand Open 2026 (12–17 Mei), lalu dilanjutkan dengan Super 500 Malaysia Masters 2026 (19–24 Mei). Sebelumnya, Daniel terakhir kali tampil di Piala Sudirman 2025, lalu menepi akibat cedera lutut kiri. Saat itu, ia masih berduet dengan Muhammad Shohibul Fikri. Sementara itu, pasangan Leo/Daniel terakhir kali berlaga di Indonesia Open 2024, setelah itu Daniel bergabung dengan Fikri, sementara Leo bermain bersama Bagas.

Pembentukan Pasangan Baru untuk Kedalaman Tim

Antonius juga mengumumkan pembentukan pasangan baru, Bagas Maulana/Muh Putra Erwiansyah. Kombinasi ini dianggap memiliki keunggulan saling melengkapi, khususnya dalam teknik permainan. “Putra mampu menguasai area depan dan menjadi playmaker, yang bisa mendukung kekuatan Bagas di belakang,” papar Antonius. Kedua pasangan ini akan mengikuti beberapa turnamen untuk evaluasi, termasuk di Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

“Tugas kami menyiapkan pasangan pelapis yang juga mampu bersaing di papan atas. Harapannya, Leo/Daniel, Bagas/Putra, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, dan Devin Artha Wahyudi/Ali Fathir Rayhan bisa terus berkembang dan menembus level elite dunia,”

Kebijakan ini bagian dari strategi memperkuat kedalaman tim ganda putra Indonesia, terutama dalam persiapan kualifikasi Olimpiade. Dengan menggabungkan berbagai kombinasi, PBSI ingin memastikan ada cadangan kuat untuk berbagai situasi pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *