IHSG melemah dipicu pidato Trump tidak berikan kejelasan soal AS-Iran
IHSG Melemah Akibat Ketidakjelasan Pidato Trump Mengenai Konflik AS-Iran
Jakarta – Pada Kamis sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan penurunan nilai, dipengaruhi oleh pidato presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang tidak menyampaikan kepastian mengenai jadwal penyelesaian konflik di Timur Tengah. IHSG turun 157,66 poin atau 2,19 persen, berada di posisi 7.026,78. Sementara itu, indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan sebesar 12,21 poin atau 1,68 persen, mencapai 714,58.
Ketidakjelasan Pidato Trump Berdampak pada Kehati-hatian Investor
“Pada hari ini, bursa Asia mengalami pelemahan, karena kembali munculnya sikap waspada investor setelah pidato presiden AS yang tidak memberikan kejelasan mengenai tenggat waktu penyelesaian konflik Timur Tengah,” kata Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment dari Pilarmas Investindo Sekuritas, dalam analisisnya di Jakarta, Kamis.
Dari perspektif global, meskipun Trump menyatakan operasi militer AS hampir selesai, ia juga menegaskan rencana untuk tindakan lebih agresif, termasuk kemungkinan serangan terhadap infrastruktur listrik dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Di sisi lain, data ekspor yang lesu dan pertumbuhan impor yang stabil memperparah keadaan pasar dalam negeri.
Perubahan Harga Saham dan Kinerja Sektor
Indeks Sektoral IDX-IC mencatatkan pergerakan beragam. Satu sektor mengalami kenaikan, yaitu sektor barang konsumsi non primer yang naik 0,59 persen. Sepuluh sektor lainnya turun, dengan sektor barang baku terpangkas paling dalam sebesar 4,96 persen. Sementara sektor infrastruktur dan energi masing-masing tergelincir 3,93 persen dan 2,73 persen.
Beberapa saham menguat secara signifikan, seperti ALKA, MSIN, BEER, YPAS, dan ASPR. Di sisi berlawanan, saham yang turun terbesar adalah NSSS, DATA, FWCT, ATAP, dan TALF.
Aktivitas Perdagangan dan Bursa Regional
Frekuensi transaksi saham mencapai 2.014.275 kali, dengan total lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 31,54 miliar, senilai Rp16,47 triliun. Dari jumlah tersebut, 475 saham naik, 209 saham turun, dan 135 saham stabil.
Bursa saham regional Asia juga mencatat pelemahan. Indeks Nikkei merosot 1.290,68 poin atau 2,40 persen ke 52.449,00. Indeks Shanghai turun 29,27 poin atau 0,74 persen ke 3.919,29. Hang Seng mengalami penurunan 177,50 poin atau 0,70 persen ke 25.116,53. Berbeda dengan itu, indeks Straits Times menguat 28,33 poin atau 0,57 persen ke 4.947,50.