Reformasi pasar modal dorong minat IPO – 15 perusahaan dalam antrean

Reformasi Pasar Modal Dorong Minat IPO, 15 Perusahaan dalam Antrean

Jakarta – Pada periode 10 April 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 15 perusahaan yang sedang dalam proses persiapan untuk melakukan listing saham melalui IPO. Kenaikan jumlah perusahaan yang ingin masuk ke pasar modal disebutkan sebagai hasil dari upaya perbaikan yang dilakukan otoritas bursa sepanjang tahun ini.

“Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Yetna menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, 11 perusahaan memiliki aset di atas Rp250 miliar, sedangkan 4 perusahaan lainnya memiliki nilai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Klasifikasi aset ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Dalam hal sektor, perusahaan yang berada dalam antrean IPO terbagi menjadi empat perusahaan dari sektor kesehatan, tiga perusahaan dari sektor barang konsumen primer, dan dua perusahaan dari sektor barang konsumen non primer. Selain itu, terdapat dua perusahaan dari sektor infrastruktur, dua perusahaan dari sektor teknologi, serta satu perusahaan dari sektor energi dan satu dari sektor keuangan.

Hingga 10 April 2026, satu perusahaan telah menyelesaikan IPO dengan dana terkumpul mencapai Rp302,4 miliar. Dengan demikian, jumlah total perusahaan yang terdaftar di pasar modal Indonesia mencapai 957 unit hingga saat ini, sementara target IPO tahun ini adalah 50 gelaran.

Sejalan dengan itu, BEI mencatat ada 50 emisi Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dari 33 penerbit, dengan dana yang terkumpul mencapai Rp55,20 triliun per 10 April 2026. Pada periode yang sama, 40 emisi EBUS sedang dalam antrean untuk diterbitkan.

Dalam aksi rights issue, tiga perusahaan telah melakukan emisi tambahan saham dengan nilai total Rp3,75 triliun hingga 10 April 2026. Satu perusahaan lainnya yang akan menggelar rights issue berada dalam daftar tunggu, yaitu perusahaan sektor properti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *