Topics Covered: IHSG ditutup menguat, pasar wait and see pertemuan AS-Iran di Pakistan

IHSG ditutup menguat, pasar menunggu hasil pertemuan AS-Iran di Pakistan

Jakarta – Pada Jumat sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik sebesar 150,91 poin atau 2,07 persen ke posisi 7.458,50. Penguatan ini terjadi meski pelaku pasar masih bersikap hati-hati mengenai pertemuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan di Islamabad, Pakistan, akhir pekan ini.

Analisis pasar dan prospek negosiasi

Menurut Nico, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG bergerak positif terinspirasi oleh kenaikan di Wall Street semalam. Namun, ketidakpastian terus menghiasi suasana pasar selama diskusi antara AS dan Iran untuk meredakan konflik Timur Tengah yang berlangsung selama enam minggu.

“IHSG menguat mengikuti penguatan di Wall Street semalam, di tengah negosiasi yang masih berlangsung antara AS dan Iran untuk mencapai penyelesaian konflik Timur Tengah,” kata Nico dalam analisisnya di Jakarta.

Pertemuan di Islamabad akan dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi AS. Meski ada harapan, sentimen pasar tetap cenderung defensif karena potensi gangguan di Selat Hormuz dan serangan Israel ke Lebanon yang masih berlangsung.

Kinerja sektor dan saham terpilih

Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia mencatat penurunan ke 122,9 pada Maret 2026, dari 125,2 di bulan sebelumnya. Ini menjadi level terendah sejak Oktober 2025.

Dari sisi makroekonomi, pasar mengawasi data inflasi AS bulan Maret 2026. Rilis CPI yang akan keluar malam ini diharapkan memberikan petunjuk tentang dampak konflik Timur Tengah terhadap tekanan inflasi. Rapat FOMC The Fed menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi yang berkelanjutan, meskipun para pembuat kebijakan masih memperkirakan satu kali penurunan suku bunga tahun ini.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat, dengan industri sebagai penopang utama dengan kenaikan 4,09 persen. Sementara sektor kesehatan mengalami penurunan tipis sebesar 0,04 persen.

Saham dengan penguatan terbesar meliputi CITY, WBSA, DIVA, OPMS, dan PADI. Sebaliknya, KUAS, HDFA, MSKY, IPAC, serta CTTH tercatat sebagai saham yang turun signifikan. Total frekuensi transaksi mencapai 2.287.124 kali dengan volume perdagangan 42,94 miliar lembar saham senilai Rp18,12 triliun.

Pertumbuhan indeks regional Asia

Sementara itu, bursa saham Asia regional mencatat kenaikan. Indeks Nikkei naik 1.063,18 poin atau 1,90 persen ke 56.958,50. Indeks Shanghai menguat 20,05 poin atau 0,51 persen ke 3.986,22, Hang Seng naik 141,14 poin atau 0,55 persen ke 25.893,54, serta Strait Times tumbuh 7,67 poin atau 0,15 persen ke 4.984,80.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *