Gunung Dukono Berstatus Waspada – BNPB: Waspadai Hujan Abu Vulkanik dan Lahar
Gunung Dukono Berstatus Waspada, BNPB: Waspadai Hujan Abu Vulkanik dan Lahar
Pada Jumat, 3 April 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peningkatan aktivitas Gunung Dukono, yang terletak di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Pihak BNPB menyatakan gunung berapi tersebut kini berstatus Level II atau waspada.
“Gunung Dukono, yang berada di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, tercatat mengalami peningkatan aktivitas yang menunjukkan erupsi. Kolom erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal, mencapai ketinggian antara 1.500 hingga 4.000 meter di atas puncak gunung,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari, Minggu (5/4/2026).
Abdul mengingatkan warga Kota Tobelo agar waspada terhadap risiko dampak hujan abu vulkanik. Menurutnya, arah penyebaran abu vulkanik cenderung ke arah barat laut, sehingga permukiman dan daerah di sekitar Kota Tobelo berpotensi terkena dampak.
BNPB juga merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk menghindari area dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang. Selain itu, waspada terhadap bahaya dari lontaran batu pijar dan sebaran abu vulkanik.
Risiko Bahaya Sekunder
Abdul menambahkan, masyarakat perlu mengantisipasi ancaman lahar yang bisa terjadi selama musim hujan. Aliran lahar berpotensi mengalir melintasi Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut, yang bermuara di puncak Gunung Dukono.
BNPB terus memantau situasi dan mengimbau warga untuk tetap berhati-hati terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi. (cip)