DK PBB kecam pembunuhan tiga personel UNIFIL asal Indonesia
DK PBB kecam pembunuhan tiga personel UNIFIL asal Indonesia
Dewan Keamanan PBB menyatakan kecaman terhadap serangan yang menewaskan tiga anggota pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon, anggota UNIFIL, pada 29 dan 30 Maret. Insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan misi internasional di wilayah tersebut.
Penegasan DK PBB
Anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi komitmen mereka terhadap misi UNIFIL, meminta semua pihak memastikan perlindungan terhadap personel serta fasilitas misi, termasuk kebebasan bergerak mereka. Mereka juga menyerukan penghentian tindakan yang berpotensi membahayakan penjaga perdamaian.
“Penjaga perdamaian tidak boleh menjadi korban sengaja. Kami meminta PBB menyelidiki peristiwa ini melalui UNIFIL dan memberikan laporan berkala kepada negara-negara pengirim pasukan,” kata pernyataan resmi DK PBB.
Dalam rangkaian serangan terkini, lima penjaga perdamaian lainnya terluka. Sejumlah insiden sebelumnya juga telah mengganggu keberadaan UNIFIL, dengan korban cedera tercatat di tengah berlangsungnya ketegangan di Garis Biru.
Resolusi dan Komitmen Lebanon
Dewan Keamanan kembali menegaskan dukungan penuh terhadap Lebanon, termasuk implementasi lengkap resolusi 1701 (2006), 2518 (2020), dan 2589 (2021). Langkah ini bertujuan memperkuat kedaulatan serta persatuan negara tersebut di tengah ancaman terhadap stabilitas regional.