Harga migas di Eropa naik hingga 70 persen sejak konflik Timteng

Harga migas di Eropa naik hingga 70 persen sejak konflik Timur Tengah

Perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah telah mengakibatkan kenaikan signifikan harga energi di Eropa. Menurut pernyataan Komisioner Energi Uni Eropa, Dan Jorgensen, selama 30 hari terakhir, biaya gas mengalami peningkatan 70 persen, sedangkan harga minyak naik 60 persen.

“Kenaikan ini terjadi sejak awal konflik, yang berdampak besar pada kebutuhan energi negara-negara anggota Uni Eropa,” jelas Jorgensen dalam konferensi pers di Moskow, Selasa (31/3).

Kenaikan harga juga mengakibatkan tambahan biaya sebesar 14 miliar euro (sekitar Rp273 triliun) pada pengimpor bahan bakar fosil di kawasan tersebut. Eskalasi konflik dimulai saat Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap target di Iran, termasuk fasilitas di Teheran, yang menewaskan warga sipil dan merusak infrastruktur.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balik ke wilayah Israel serta instalasi militer Amerika di wilayah Timur Tengah. Tindakan ini memicu ketegangan yang semakin memanas, hingga menyebabkan penghalangan atau pemblokiran de facto terhadap jalur penting pengiriman minyak dan gas alam cair, yakni Selat Hormuz.

Pengaruh blokade terhadap produksi dan ekspor

Blokade terhadap Selat Hormuz berdampak langsung pada kapasitas ekspor dan produksi minyak di Teluk Persia. Situasi ini menciptakan ketidakpastian pasar global dan meningkatkan tekanan pada negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari daerah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *