Indonesia dan negara Islam tolak Israel batasi ibadah di Yerusalem

Indonesia dan negara Islam tolak Israel batasi ibadah di Yerusalem

Jakarta – Beberapa menteri luar negeri dari Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, serta Turki mengeluarkan kecaman tajam terhadap tindakan Israel yang membatasi kebebasan umat Islam dan Kristen beribadah di Yerusalem yang diduduki. Dalam pernyataan bersama yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia di platform X, Selasa, para menteri menyatakan penolakan mereka terhadap berbagai pembatasan yang dianggap melanggar hak asasi beragama, termasuk akses ke tempat suci di kota tersebut.

Pernyataan Bersama Mengkritik Langkah Israel

“Tindakan Israel yang berkelanjutan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter, serta merusak status quo hukum dan historis. Selain itu, hal ini juga mengganggu hak umat untuk beribadah tanpa batas,” tulis pernyataan bersama tersebut.

Satu di antara langkah Israel yang disoroti negara-negara Islam adalah penutupan area Masjid Al-Aqsa. Gerbang masjid tersebut ditutup selama 30 hari berturut-turut, termasuk saat bulan suci Ramadan. Para menteri menegaskan bahwa tindakan ini melanggar kewajiban Israel sebagai pihak penduduk dan mengancam keamanan serta perdamaian di wilayah tersebut.

Area Al-Haram Al-Sharif Disebut Eksklusif untuk Umat Islam

Dalam pernyataan, disebutkan bahwa seluruh wilayah kompleks Al-Haram Al-Sharif, yang mencakup sekitar 144 dunam (144.000 meter persegi), secara khusus diperuntukkan bagi umat Islam. Menteri-menteri meminta Israel segera menghentikan penutupan gerbang Masjid Al-Aqsa, menghapus pembatasan akses ke Kota Tua Yerusalem, dan memastikan umat Islam dapat memasuki tempat ibadah tanpa hambatan.

Para menteri juga menyoroti bahwa pengelolaan kawasan tersebut berada di bawah otoritas Wakaf Yerusalem, yang terkait dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Yordania. Organisasi ini memiliki wewenang penuh dalam mengatur kegiatan dan akses di dalam kompleks tersebut.

Panggilan untuk Tindakan Internasional

Dalam pernyataan bersama, negara-negara Islam meminta komunitas internasional untuk bersikap tegas dan menekan Israel agar menghentikan pelanggaran terhadap kesakralan tempat ibadah serta praktik yang dianggap ilegal. Mereka menekankan bahwa tindakan Israel berpotensi memicu ketegangan dan mengganggu stabilitas global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *