Key Issue: Eks dubes Inggris: Israel akan ganggu gencatan senjata AS-Iran

Eks Dubes Inggris: Israel akan Ganggu Gencatan Senjata AS-Iran

Dari Washington, mantan Dubes Inggris untuk Suriah, Peter Ford, mengungkapkan bahwa Israel memiliki potensi untuk menghancurkan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun menghadapi tantangan. “Israel tentu akan mencoba menggagalkan upaya tersebut. Namun, mereka menghadapi dua hambatan utama: Trump tidak mudah dikendalikan, serta Iran yang terbukti tangguh dalam menghadapi serangan udara,” ujarnya.

“Keseimbangan kekuatan bisa terguncang oleh situasi ini. Lebanon akan menjadi penghalang utama karena Israel terus menyerang target Hizbullah,” tambah Ford.

Menurut laporan, pada 28 Februari, AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan mengorbankan warga sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pada Selasa malam, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dua pekan dengan Iran, yang juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, Iran menilai hal itu sebagai pelanggaran terhadap perjanjian.

Sementara itu, pada Rabu, pesawat tempur dan artileri Israel menyerang belasan permukiman di Lebanon selatan, termasuk kota Tyre. Trump menyatakan serangan Israel terhadap Lebanon tidak dimasukkan dalam kesepakatan karena faktor Hizbullah.

Ford menekankan bahwa sikap keras Netanyahu, yang menganggap penarikan dari Lebanon sebagai kehinaan, memperkuat kekuatan Iran. “Pengalaman menunjukkan Iran tak bisa dipaksa tunduk hanya dengan pengeboman,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *