Key Strategy: Kazakhstan sambut baik gencatan senjata AS dan Iran

Kazakhstan sambut baik gencatan senjata AS dan Iran

Jakarta – Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, menyampaikan kegembiraan atas tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam pernyataan yang dipublikasikan di platform X, Kantor Pers Presiden Kazakhstan mengungkapkan bahwa pencapaian ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap perdamaian di wilayah Timur Tengah, yang berhasil ditengahi oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, serta Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir.

“Presiden Tokayev menyatakan bahwa kesepakatan ini terwujud berkat keinginan baik dan kebijaksanaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama para pemimpin senior Iran, serta semua negara yang terlibat dalam konflik militer,”

Pada 28 Februari, AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di antara warga sipil. Iran langsung membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika di Timur Tengah. Ketegangan yang meningkat mengakibatkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global.

Blokade tersebut berdampak signifikan pada ekspor dan produksi minyak di wilayah tersebut, mendorong kenaikan harga bahan bakar. Sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran yang akan berlangsung selama dua pekan, dengan harapan Selat Hormuz segera dibuka. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan AS akan diadakan pada Jumat (10/4) di Islamabad, Pakistan.

Proposal gencatan senjata yang mengandung 10 poin usulan dari pihak Iran dinilai AS sebagai “dasar yang dapat diterapkan” untuk negosiasi. SNSC Iran menyebut bahwa kesepakatan tersebut mencakup sejumlah poin penting, seperti pemegang kendali atas Selat Hormuz, pencabutan seluruh sanksi terhadap Teheran, kelanjutan program pengayaan uranium, serta penarikan seluruh pasukan AS dari wilayah Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *