Koordinator PBB desak gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel
Koordinator PBB Minta Gencatan Senjata antara Hizbullah dan Israel
Beirut
Koordinator Persatuan Bangsa-Bangsa untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, pada Senin (30/3), menghimbau agar segera terjadi gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel. Dia memperingatkan bahwa konflik yang berlangsung lama dapat merusak stabilitas dan kesejahteraan Lebanon secara permanen.
Dalam pernyataan, Hennis-Plasschaert menyebutkan bahwa tiga anggota pasukan penjaga perdamaian PBB tewas di Lebanon Selatan dalam 24 jam terakhir, dan sembilan paramedis Lebanon gugur dalam satu hari pada akhir pekan lalu.
Total korban jiwa akibat pertikaian yang meningkat mencapai 1.247 orang, termasuk tenaga medis, jurnalis, warga sipil, serta tentara Lebanon yang tidak terlibat dalam perang. PBB menyatakan bahwa Lebanon kini seperti “bayangan semu dari kejayaan masa lalu,” dengan sebagian wilayah menjadi reruntuhan dan kota hantu, serta jumlah pengungsi melebihi 1,2 juta orang.
Hennis-Plasschaert juga menyerukan tindakan dasar untuk membangun kepercayaan, serta usaha Lebanon yang lebih giat dalam mengambil keputusan terkait perang dan perdamaiannya sendiri. Selain itu, ia menekankan pentingnya dimulainya pembicaraan antara Lebanon dan Israel.
Awal Perang Lintas Perbatasan
Pertempuran lintas perbatasan telah memanas sejak 2 Maret, ketika Hizbullah meluncurkan roket pertama ke arah Israel sejak gencatan senjata yang berlaku sejak 27 November 2024. Serangan udara Israel yang intensif di seluruh wilayah selatan dan timur Lebanon memicu eskalasi konflik tersebut.