Latest Update: Korsel sambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS
Korsel sambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS
Kesepakatan menjadi momen penting untuk memulihkan jalur pelayaran
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) menyatakan pada Rabu bahwa pemerintahnya menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan ini dinilai sebagai peluang untuk memulihkan navigasi melalui Selat Hormuz, yang sempat terganggu akibat ketegangan. Departemen tersebut juga menyoroti peran negara-negara penengah dalam upaya mediasi, khususnya Pakistan.
Korsel berharap agar perundingan AS-Iran dapat mencapai kesepakatan yang mempercepat perdamaian dan stabilitas di wilayah Timur Tengah. Negara Asia Timur ini meminta agar jalur pelayaran melalui Selat Hormuz dapat kembali beroperasi dengan aman untuk semua kapal, termasuk kapal milik Korsel. Seoul akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencapai tujuan tersebut.
Iran dan AS sepakat gencatan senjata dua minggu
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Selasa (7/4) bahwa ia setuju untuk menghentikan serangan terhadap Iran selama dua pekan. Namun, keputusan ini masih bergantung pada persetujuan Iran untuk membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman, menurut pernyataan Trump di media sosial.
“Keputusan ini tergantung pada persetujuan Iran untuk membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman,” tulis Trump.
Kurang dari dua jam sebelum batas waktu yang ditetapkan Trump, Iran dan AS akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata. Kesepakatan ini juga melibatkan perundingan di Islamabad, Pakistan. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa negaranya akan menghentikan operasi pertahanan jika pihak lawan berhenti melakukan serangan.
“Negara kami akan menghentikan operasi pertahanan jika pihak lawan juga berhenti melakukan serangan,” ujar Araghchi.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran berjanji menyediakan jalur pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz selama dua minggu, dengan koordinasi dari angkatan bersenjatanya. Korsel mengapresiasi langkah ini sebagai langkah penting menuju keseimbangan regional.