Main Agenda: Trump sebut negara lain akan bantu AS dalam blokade AL di Iran

Trump sebut negara lain akan bantu AS dalam blokade AL di Iran

Dari Istanbul, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Minggu (12/4), menyatakan bahwa negara-negara lain akan mendukung upaya AS dalam menerapkan blokade terhadap angkatan laut Iran setelah negosiasi di Islamabad gagal mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

“Baiklah, kami akan melakukan blokade. Ini akan memakan waktu sedikit, tetapi segera berdampak,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Menurutnya, banyak negara akan bergabung dalam operasi tersebut, sehingga AS bisa melakukan blokade secara penuh. “Kami tidak akan membiarkan Iran mengumpulkan dana melalui ekspor minyak ke pihak yang disukainya, bukan kepada yang tidak,” tambahnya.

Trump juga menyebut bahwa negara-negara Teluk sudah berpartisipasi dalam upaya ini, tanpa merinci identitas negara-negara tersebut. Ia menambahkan bahwa Iran mungkin menempatkan ranjau di sekitar Selat Hormuz, dengan mengatakan, “Jika Anda punya kapal senilai miliaran dolar, Anda pasti tidak ingin terkena ranjau, kehilangan kapal, atau setidaknya merusaknya.”

Sebagai tindakan pencegahan, AS dan negara-negara lain akan mengirim kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz. “Kami memiliki kapal penyapu ranjau, termasuk jenis bawah air yang canggih, terbaru, dan terbaik. Kami juga memboykot kapal tradisional,” ucap Trump. Ia menegaskan bahwa Inggris serta beberapa negara lain ikut mengirim kapal penyapu ranjau sebagai dukungan.

Negosiasi Islamabad: Titik Tertinggi dan Masalah Terakhir

Trump menyebut pertemuan di Islamabad, Pakistan, hari Sabtu (11/4), sebagai “pertemuan yang benar-benar baik”, di mana kedua pihak menyetujui 95 persen isu. Satu masalah yang belum terselesaikan adalah ambisi nuklir Iran, yang menurut Trump ingin dihentikan.

“Kami melakukan negosiasi intensif, dan pada akhirnya suasana menjadi sangat ramah. Kami mendapatkan hampir semua poin yang dibutuhkan, kecuali fakta bahwa Iran menolak melepaskan keinginan untuk memiliki senjata nuklir,” jelasnya.

Trump mengklaim bahwa dia telah mengambil langkah maksimal untuk menekan Iran. “Kami pergi ke seluruh negeri, satu-satunya yang tersisa hanyalah air mereka, yang akan sangat menghancurkan bagi Iran,” katanya.

Dalam ancamannya, Trump menyebut AS akan menargetkan infrastruktur Iran, seperti pembangkit listrik, jembatan, serta pabrik desalinasi dan pengolahan air. “Kami masih punya banyak hal lain yang bisa diserang oleh Iran,” tegasnya.

Trump juga mengungkapkan rencana mengenakan tarif 50 persen pada China dan negara-negara lain yang mengirim senjata ke Iran. “Jika kami menangkap mereka melakukan itu, tarif 50 persen akan dikenakan, yang jumlahnya mengejutkan,” tambahnya.

Dalam konteks tekanan, Trump menyebut bahwa China bisa membeli minyak dan gas dari AS serta Venezuela. “China dapat mengirim kapal mereka ke Venezuela, dan kami mengajak mereka membeli dari sana,” katanya. Ia menegaskan hubungan yang baik dengan China, namun menambahkan bahwa tarif 100 persen pada mobil buatan Tiongkok bisa merusak ekonomi Eropa. “Mereka menghancurkan Eropa karena mengambil banyak bisnis dari Mercedes dan BMW, dan kami tidak mengizinkan mobil Tiongkok masuk ke negara kami karena bisa merusak General Motors dan Ford,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *